RSS

C-OAK 18, celana Gaul anak Muda


C-OAK 18, apakah anda tau dengan merek yang satu ini? Terus terang saya baru pertama kali mendengar tentang merek ini. Celana ini harganya juga termasuk mahal kalau ukuran ekonomi saya. Anda bisa mendapatkan C-OAK 18 dengan harga 185.000. tentu bagi anda kelas menengah ke atas bukan perkara susah untuk membelinya.

Harga tersebut saya dapatkan di Toko Baju Online yang beralamat di online-butik.com. Anda bisa melihat langsung catalog yang ada di website tersebut dan anda akan menemukan C-OAK 18. Di web tersebut anda juga bisa menemukan Baju Murah yang berkualitas.

Good Money Habits yang Wajib Dimiliki




Dalam rumah tangga, wanita lebih sering bertindak sebagai bendahara. Hal ini sesuai dengan anggapan bahwa wanita lebih pintar "memegang" uang. Benarkah demikian?

Mungkin tidak selalu benar. Banyak pula perempuan yang boros, sehingga berapa pun uang yang masuk ke dalam rekeningnya, akan habis begitu saja. Tak sedikit pula orang yang (pria maupun wanita) yang memiliki penghasilan tinggi, namun tidak memiliki tabungan sama sekali.

Karena itulah, perencana keuangan Ligwina Hananto menekankan pentingnya good money habit untuk kita jalankan. Kebiasaan penggunaan uang yang baik, seperti disampaikan Ligwina dalam talk show "Smart & Amazing Financial Plan" yang diadakan majalah Femina di Pacific Place, Minggu (9/5/2010) lalu, adalah:

1. Tiadakan utang kartu kredit. Kartu kredit memang menguntungkan, namun jika akhirnya kita malah terbelit utang dan tidak sanggup membayarnya kembali, lebih baik lupakan. Jangan pernah menggunakan kartu kredit, kecuali kita bisa selalu membayar lunas tagihan kita, berapapun jumlahnya.

2. Belanjalah karena ada uang. Hal ini masih ada kaitannya dengan pernyataan di atas. Berbelanjalah bila Anda telah menyelesaikan tagihan-tagihan atau kewajiban keuangan Anda lainnya setiap bulan. Bila tak ada uang tersisa, jangan lantas mengandalkan kartu kredit.

Menurut Wina, setiap orang juga harus mampu mengukur kemampuannya. Jangan membayangkan membeli apartemen seharga ratusan juta jika Anda kesulitan membayar cicilannya. "Beli rumah itu kayak naik haji; harus ada duitnya," tutur CEO Quantum Magna Financial ini.

3. Switch and activate your money. Kesalahan umum yang sering kita lakukan adalah menyisihkan uang gaji untuk berbagai macam pengeluaran. Bila masih tersisa, barulah kita menabung. Wina menyarankan untuk mengubah kebiasaan ini. Sisihkan dulu sekian persen dari gaji Anda untuk investasi, sisanya baru dipakai untuk membayar pengeluaran. Dengan investasi, uang Anda akan terus aktif, bahkan berkembang menjadi berkali-kali lipat.

4. Tabunglah sebesar 10 persen. Dalam kehidupan, selalu ada biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi, gaya hidup seseorang mengikuti gajinya. Salah satu klien Wina bahkan ada yang hanya menyisakan Rp 500 ribu di rekeningnya, dari gajinya yang mencapai Rp 150 juta tiap bulan. Artinya, kecil sekali nilai yang bisa ditabungnya.

Idealnya, kita perlu menabung sebesar 10 persen dari gaji kita. Jadi jika gaji Anda Rp 5 juta, tabunglah sebesar Rp 500 ribu. Tentu saja, Anda bisa meningkatkan persentasenya bila Anda memang mampu. Dan, berkomitmenlah dengan hal ini.

5 Tanda Keuangan Anda Sehat




Boleh dibilang bahwa aktivitas keuangan kita -entah itu utang kartu kredit, biaya bulanan, sewa rumah, atau tagihan pinjaman rumah- tak bisa dilepaskan dari hidup kita. Karena itu jangan heran jika utang dalam jumlah besar atau kondisi keuangan kita secara langsung akan mempengaruhi kehidupan emosional, fisik, dan spiritual kita.

Bayangkan ketika separuh penghasilan Anda harus Anda setor kembali ke bank untuk membayar utang kartu kredit setiap bulan. Hal ini menjadi tanda bahwa Anda dikendalikan oleh uang (atau utang). Penghasilan bukan lagi menjadi tanda bahwa Anda mandiri, melainkan menjadi sumber stres karena sebagian harus digunakan untuk melunasi hutang.

“Perempuan harus membangun hubungan yang sehat dan jujur dengan uang," ujar pakar finansial Suze Orman. “Kita juga perlu melihat hubungan ini sebagai suatu refleksi hubungan kita dengan diri kita sendiri."

Penting untuk menjaga bahwa kondisi keuangan kita tetap sehat. Suze Orman mengatakan, setidaknya ada lima hal yang menunjukkan bahwa keuangan Anda cukup sehat:

1. Anda sadar dengan “money personality” Anda. Hal ini bisa dilihat dari latar belakang keluarga Anda, apakah orangtua Anda berinvestasi di bidang properti, memiliki rekening di bank yang menetapkan bunga yang rendah, reksa dana, atau justru mereka terlibat utang? Kebiasaan Anda menabung dan menggunakan uang, cara Anda berinvestasi, berpandangan mengenai uang, dan bagaimana perspektif finansial, sebagian dibentuk oleh cara orangtua Anda memperlakukan uang saat Anda masih kecil. Kepribadian uang Anda langsung mempengaruhi hubungan Anda dengan uang, dan semakin Anda sadar mengenai hal ini, semakin Anda tidak tergantung pada uang.

2. Anda berani mengambil risiko finansial. Berani mengambil risiko secara finansial tidak selalu berarti Anda berani berinvestasi sebesar Rp 100 juta dalam bisnis baru seorang teman, atau Anda hobi berbelanja dengan kartu kredit hingga tagihan Anda mencapai ratusan juta rupiah. Risiko finansial bisa juga digolongkan sebagai langkah yang cerdas, misalnya jika Anda membeli rumah sebagai investasi, atau mencari cara-cara untuk memperoleh uang dari hobi Anda.

3. Anda memiliki tabungan, investasi, atau account kartu kredit sendiri. Banyak perempuan yang ingin meninggalkan suami mereka, namun tidak sanggup karena mereka tidak memiliki penghasilan sendiri untuk membiayai hidup mereka. Bila Anda memiliki rekening di bank sendiri, itu sudah menandakan bahwa Anda perempuan independen dalam hal keuangan.

4. Anda memiliki tujuan keuangan secara individu maupun berpasangan. Tujuan Anda sebagai pasangan menikah, biasanya adalah mampu membayar tagihan rumah dalam hitungan sekian tahun. Tujuan Anda sebagai perempuan bekerja adalah meningkatkan penghasilan menjadi sekian juta rupiah sebulan. Sedangkan suami mungkin juga memiliki tujuan sendiri, namun berkaitan dengan investasi. Sebagai perempuan yang memiliki kebebasan dalam mengelola penghasilan, sebaiknya Anda juga menetapkan tujuan yang terpisah dari pasangan Anda.

5. Anda memahami persoalan keuangan secara mendasar. Sebut saja mengenai asuransi kesehatan, dana pensiun, suku bunga, pajak penghasilan, dan lain sebagainya. Semakin Anda menguasai masalah keuangan, semakin Anda menjadi independen, karena Anda tahu apa yang harus Anda lakukan dengan uang Anda.

Tips Memotong Anggaran Dekorasi Pelaminan




Pelaminan tentunya terlihat indah dengan hiasan aneka ragam bunga. Tetapi, saat harga bunga melambung tinggi, sepertinya semua tinggal mimpi. Sebaiknya Anda terapkan tips berikut ini, langkah jitu memotong anggaran untuk dekorasi pelaminan.

1. Carilah alternatif lain untuk tidak menggunakan hiasan bunga saat resepsi. Tidak ada satu aturan pun yang mengatakan bahwa hiasan pelaminan menggunakan bunga. Anda juga bisa menciptakan kreasi unik lainnya, contohnya dari bunga tiruan dan hiasan buah-buahan, serta rangkaian janur yang cantik dan klasik.

2. Jika terpaksa memakai bunga untuk hiasan meja tamu, sebaiknya cukup dengan merangkai bunga dalam vas kaca plus hiasan pitanya. Untuk menghias meja ini Anda dapat memilih bunga yang kuncup, karena biasanya cukup tahan lama dibanding bunga yang sudah mekar.

3. Anggrek dan mawar adalah bunga yang cantik dan harum. Tetapi jika ditanya soal harganya Anda bisa “shock” mendengarnya, apalagi menjelang hari-hari penting. Siasati dengan membeli beberapa tangkai kuncup mawar, letakkan setangkai mawar dalam vas untuk setiap meja di sekelilingnya Anda juga bisa meletakkan lilin dengan sentuhan warna-warna bunga.

4. Sebaiknya hindari memesan bunga pada hari-hari penting seperti hari Natal, hari ibu, atau hari Valentine. Usahakan agar acara resepsi terbebas dari hari-hari penting tersebut.

5. Maksimalkan menggunakan bunga pada hal yang penting saja, seperti buket pengantin, korset pengantin pria, korset untuk ayah, dan anggota keluarga lainnya. Dengan mengurangi penggunaan bunga pada hal yang perlu saja, Anda akan menghemat anggaran hingga 35 persen.

6. Jika acara resepsi dilangsungkan pada malam hari, bunga yang Anda pesan sebelum acara bisa mekar segar dan harum sebelum jamuan makan malam. Oleh karena itu biarkan rangkaian bunga dibungkus dalam kertas, dan masukkan ke dalam kulkas agar tetap segar.

7. Untuk dekorasi pelaminan sebaiknya pilih sesuai tema perkawinan. Artinya, Anda dapat menciptakan gaya khusus atau berkarakter untuk dekorasi pelaminan.

8. Pada saat mendekorasi pelaminan pastikan orang-orang yang mendekorasinya dapat menyelaraskan warna bunga dengan sinar yang dipantulkan lampu. Hal ini penting sekali untuk seorang fotografer ketika menghasilkan foto terbaik untuk Anda berdua saat berada di pelaminan.

9. Bila Anda memutuskan untuk menata dekorasi pelaminan sendiri, tempatkan tanaman bonsai di sekeliling pelaminan untuk penataan yang lebih artistik. Anda juga bisa menempatkan tanaman ini tepat di sisi tangga pelaminan.

10. Bila Anda ingin menata dekorasi sendiri, menyewa lebih baik daripada membeli. Anda dapat menyewa tanaman besar maupun kecil dalam pot, semak-semak atau pohon pinang-pinangan.

0 komentar

Posted in

Sukses Menggaet Sponsor



Proposal sebenarnya media penghubung untuk mengkomunikasikan atau menyampaikan pesan antara satu pihak dengan pihak lain (sponsor). Meski membuat proposal tidak seperti menulis surat resmi biasa, ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan. Pertama, proposal sebaiknya dibuat oleh orang yang menguasai dan memahami masalah. Pasalnya, proposal bukan produk khayalan atau fiktif, melainkan produk nyata yang dibuat berdasarkan gagasan, data, dan prediksi yang rasional.

Kedua, proposal perlu didukung pesan yang optimis. Agar proposal diterima atau setidaknya dipertimbangkan, pilih kata-kata yang sedikit persuasif, tanpa mengurangi keresmian proposal tersebut. Selain itu, karena berisi gagasan maka proposal akan lebih bagus jika dilampiri berbagai dokumen pendukung.

Ketiga, meski bersifat resmi kemasan proposal perlu disusun secara istimewa agar pihak penerima proposal tertarik membacanya. Cantumkan nama lembaga dan orang yang bertanggung jawab atas diterbitkannya proposal tersebut untuk legitimasi.

Siap membuat proposal sekarang? Ini skemanya:
1. Judul Proposal
Memberitahukan isi dalam beberapa kata untuk menarik perhatian pembaca proposal.
2. Isi Proposal
Tak perlu menuliskan banyak hal dalam rangkaian kata indah sehingga menghasilkan proposal yang tebal. Buat to the point dan batasi proposal menjadi beberapa hal dengan tampilan isi yang disesuaikan.
3. Pendahuluan
Bagian ini berisi latar belakang kegiatan dan alasan yang mendasari kegiatan berlangsung. Sertakan sedikit profil lembaga Anda. Buat maksimal dalam 3 paragraf.
4. Tujuan
Berisi tujuan mengapa kegiatan diadakan. Maksimal 1 paragraf.
5. General Information
Isinya informasi umum yang perlu diketahui pihak perusahaan terkait kegiatan yang diajukan. Terdiri dari tempat dan waktu kegiatan, sasaran kegiatan, dan target peserta kegiatan.
6. Acara
Berisi acara-acara yang akan ada dalam kegiatan. Misalnya, games, talkshow, doorprize, dan lain-lain.
7. Pengisi Acara
Menyebutkan siapa saja yang akan mengisi acara. Mulai dari MC, pemateri, narasumber, tokoh, artis, atau mugkin pejabat politik.
8. Anggaran
Tidak perlu ditampilkan secara detail. Cukup tampilkan hal-hal umum saja yang sudah diakumulasikan.
9. Kategori Sponsor
Tampilkan bagian ini dalam bentuk tabel yang mudah dibaca dan dipahami sehingga pihak perusahaan tidak banyak menghabiskan waktu untuk membolak-balikkan halaman.
10. Paket Sponsor
Ini adalah bagian yang menampilkan tawaran kerja sama yang bersifat lebih bebas dan biasanya untuk jumlah kecil. Anda bisa menawarkan paket ini ke beberapa perusahaan yang berbeda. Jelaskan paket yang didapat sponsor apa saja, sesuai dengan nilai yang dia berikan.
11. Co-partnership
Ini merupakan ajuan bentuk kerja sama yang bersifat lebih bebas dan sedikit terlepas dari seputar media dan publikasi. Bentuk kerjasama tambahan ditampilkan di bagian ini, seperti pengadaan konsumsi panitia, barter promo, pemberian produk perusahaan, kerjasama jasa perusahaan, pemberian bantuan sosial untuk acara bakti sosial, dan lain-lain. Di bagian ini juga disampaikan bahwa bentuk kerjasama lain dapat dibicarakan lebih lanjut.
12. Penutup
Tuliskan harapan dan keyakinan bahwa kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat dan akan berhasil. Ucapkan terima kasih kepada pembaca proposal.
13. Contact Person
Cantumkan alamat, email, dan nomor telepon yang bisa dihubungi agar proposal bisa ditindaklanjuti. Usahakan nomor handphone lebih dari satu orang dengan provider berbeda.
0 komentar

Posted in

Kopyah Elegant di Toko Busana Muslim


Kopyah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari, walaupun tidak semua laki-laki memakai kopyah, namun sebagian besar lelaki muslim yang memakai kopyah. Apakah anda tau tentang sejarah kopyah tersebut? Jika anda mengetahuinya, tolong bersedia untuk sharing melalui kotak komentar di bawah. Saya sangat tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang sejarah kopyah.

Hari ini saya berencana membeli kopyah di toko GROSIR BUSANA MUSLIM yang memang sudah menjadi langganan saya sejak dulu. Banyak baju muslim yang diskon kalau mendekati perayaan hari raya, tidak terkecuali dengan BAJU HAMIL, jilbab, dan berbagai macam blus. Harga yang di potong berkisar antara 10% sampai dengan 20% lumayanlah bisa irit beberapa ribu rupiah. Saya sendiri hanya membeli kopyah yang memakai bahan katun sehingga nyaman untuk saya pakai.

5 Alasan Wanita Tidak Mandiri secara Finansial



Untuk permasalahan keuangan, boleh dibilang para kaum hawa tidak memiliki kompetensi yang sepadan. Hasil survey Citibank Indonesia dalam Citi Fin-Q (Financial Quotient) 2009 yang melibatkan responden wanita menunjukkan bahwa separuh wanita Indonesia tidak mempunyai rencana keuangan. Sebagian yang telah mempunyai rencana pun belum tentu melaksanakan rencana keuangannya.

Mengapa wanita Indonesia belum mandiri secara finansial? Berikut 5 alasan utama:

1. Terbuai asmara
Pada umumnya, saat memasuki jenjang pernikahan, wanita mempersilakan pria untuk bertanggung jawab soal keuangan. Banyak wanita yang diajarkan, bahkan bercita-cita untuk bergantung semata pada pasangannya. Kaum pria sering dianggap lebih memiliki kemampuan untuk memperoleh penghasilan dan bertahan dalam kondisi sulit (survive), sementara wanita tidak.

Dalam beberapa kebiasaan ataupun tradisi yang dianut di Indonesia, wanita dituntut untuk menurut saja pada suami dengan imbalan proteksi dari segi keuangan. Ketergantungan ini membuat wanita tidak siap jika pasangan mereka kehilangan pekerjaan, mengalami kecelakaan, atau meninggal dunia sehingga menyebabkan seorang istri harus mengasuh dan membesarkan anak seorang diri.

Untuk itu, agar mampu bertahan hidup di zaman sekarang, wanita semakin dituntut untuk mandiri dan saling mendukung dalam kehidupan berkeluarga.

2. Terlalu muda untuk menabung
Pada saat masih berusia muda, umumnya wanita tidak menaruh prioritas untuk menabung demi masa depan. Wanita lebih mementingkan pengeluaran untuk memperbaiki penampilan dan memperoleh hal-hal yang tidak dimilikinya saat masa kanak-kanak. Kecenderungan ini pada akhirnya menjurus pada kebiasaan belanja kompulsif. Dengan berjalannya waktu, jumlah pengeluaran semakin meningkat dan semakin sulit untuk menciptakan kebiasaan menabung.

Hal yang terbaik untuk mengajarkan nilai uang pada generasi muda adalah dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mulai bekerja selepas usia remaja, dan membiasakan mengelola keuangan pribadi.

3. Tergoda belanja dan terlilit utang
Iklan dan promosi untuk kecantikan, fashion, dan kebutuhan rumah tangga semakin meningkatkan selera belanja wanita. Hal ini membuat para wanita merasa bahwa mereka memiliki kendali terhadap pengeluaran, tetapi sayangnya belanja kompulsif ini semakin menggali utang lebih dalam.

4. Terintimidasi sukses
Walaupun tingkat penghasilan wanita cenderung lebih rendah daripada pria, kaum wanita terus memperjuangkannya di dunia kerja. Namun, kesuksesan di dunia kerja dapat membawa keretakan pada hubungan rumah tangga. Wanita yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari pasangan, tangkas menangani pengeluaran, dan mengendalikan uang rumah tangga sering dianggap agresif dan tidak feminin, baik di mata laki-laki maupun sesama wanita. Untuk menjaga hubungan rumah tangga, sejumlah wanita merelakan hak finansialnya demi keutuhan keluarga.

5. Terdorong untuk membantu orang lain
Wanita selalu mengutamakan suami, anak, orangtua, anggota keluarga, bahkan orang-orang yang tidak mampu. Membantu orang lain memberikan rasa bermanfaat dan rasa senang karena telah berbuat baik pada orang lain. Terkadang wanita melupakan dirinya sendiri sehingga pengeluaran untuk orang lain terus berjalan, dan hal ini sangat berbahaya jika ia dan keluarga terlilit utang.

Untuk melanjutkan semangat Kartini guna menciptakan kemandirian wanita Indonesia, maka seyogianya wanita memerhatikan pengelolaan keuangan. Perlu dilakukan skala prioritas dalam mengatur pengeluaran sehari-hari sehingga sebisa mungkin mementingkan fungsi daripada sekadar gengsi. Wanita perlu menanam kebiasaan menabung dan berinvestasi, menyiapkan dana darurat dan hidup seimbang dengan mementingkan kebutuhan pribadi dan keluarga.

Kemandirian finansial bukan sebatas tidak bergantung pada pasangan, melainkan juga memahami bahwa wanita dapat mengelola finansial secara mandiri. Selamat Hari Kartini!

0 komentar

Posted in

Berbagi Tips dan Triks Gratis


Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.
0 komentar

Posted in

Memilih Asuransi Jiwa Syariah Lebih Menguntungkan?




Transaksi keuangan sesuai prinsip syariah membawa rasa aman bagi sebagian orang. Celah inilah yang kemudian menelurkan banyak produk syariah, termasuk asuransi jiwa. Tak sekadar aman, asuransi syariah juga memiliki nilai lebih lainnya.

Isa Rachmatarwata, Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, mengatakan bahwa peserta asuransi syariah akan mendapatkan surplus pada akhir tahun yang bisa disepakati bersama. Apakah dibagikan tunai, atau menjadi premi berikutnya.

Kerugian pun dibagi rata antara peserta. Meski dalam perkembangannya perusahaan menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk menutup kerugian sementara hingga nantinya premi terkumpul lagi.

"Asuransi berprinsip syariah menguntungkan bagi peserta dengan mendapatkan profit sharing," kata Isa, dalam acara Market Review di Metro TV, Selasa (13/4/2010) lalu.

Menurut Isa, dalam 1 - 2 tahun terakhir, sektor asuransi jiwa tumbuh pesat. Perusahaan asuransi yang serius menyediakan produk ini juga semakin berkembang. Namun perlu diperhatikan ciri produk asuransi syariah. Karakter utamanya terletak pada akad polisnya.

Isa menjelaskan, asuransi jiwa syariah tidak mengalihkan risiko kepada perusahaan asuransi. Risiko ditanggung bersama oleh peserta. Dalam hal ini perusahaan asuransi mengelola saja dan bukan mengambil alih risiko. Sedangkan pada asuransi konvensional, peserta mengalihkan asuransi ke perusahaan. Menurut prinsip syariah, sistem ini tidak dibenarkan, kata Isa.

"Jika dalam perkembangannya tidak banyak klaim, risiko terkumpul baik, perusahaan asuransi akan diuntungkan. Sedangkan jika kinerja buruk, perusahaan menambah modal untuk membayar klaim," jelas Isa mengenai prinsip asuransi konvensional yang bertolakbelakang dengan prinsip syariah.

Semua Pakai Nasi Pecel, Bukan Bensin


Berbeda dengan tempat tidur impor Amerika Serikat yang harganya mencapai ratusan juta, tempat tidur kayu jati buatan Pak Basuki asal Malang yang di pamerkan di pameran furniture 2010 Jakarta Convention Center, Minggu (21/2/2010) harganya hanya Rp 26 juta lengkap dengan meja riasnya.

Harga-harga mebel yang dijual Pak Basuki memang tak semahal mebel impor. Namun, kualitas mebel buatannya tak kalah dengan mebel impor. "Wah bisa selamanya (dipakai), makin lama makin mahal, bisa jadi barang antik," kata Basuki.

Semua mebel yang diproduksi industri rumahan Basuki Lacasa dibuat dengan tangan Basuki dibantu tujuh orang pekerjanya. "Semua pakai nasi pecel, bukan bensin," ujar Basuki mengibaratkan.

Karena mengandalkan keahlian tangan tersebut, untuk menghasilkan sebuah mebel seperti tempat tidur, dibutuhkan waktu cukup lama dan menguras tenaga. "Paling lama tempat tidur, sekitar 1,5 bulan. Oh sama kaligrafi surat Yasin, empat bulan setengah satu biji," tutur Basuki.

Meskipun begitu, Basuki tahan menggeluti bisnis ukir mengukir sejak 30 tahun yang lalu. Untuk memperkenalkan barang seni pakai produksinya itu, Basuki mengaku sengaja mengikuti pameran furniture di JCC meskipun biaya menyewa stand di pameran diakuinya cukup mahal. "Nyewanya saja mahal.Belum tentu nutup modal, ini cuma perkenalan saja, nasibnya pengusaha kecil," ujarnya.

Terlihat barang-barang yang dipamerkan Basuki semua terbuat dari kayu seperti jati dan mahoni dengan ukiran tangan yang unik. Ada tempat tidur, bangku, cermin, kaligrafi, patung kuda, lukisan timbul, serta permainan anak-anak tradisional seperti dakon seharga Rp 1,2 juta.

"Saya senang membuat permainan jaman dulu. Cublak-cublak suweng divisualkan ke kayu. Enggrang, dakon, biar pemuda-pemuda tau, mainan dulu kayak gitu," ujar Pria usia 70 tahun berambut putih itu.

Ikut Pameran, Belajar Melihat Selera Konsumen


Keramik lukis yang bernilai seni bukanlah benda pakai yang selalu dibutuhkan orang. Karena sifatnya yang bukan benda pakai itulah, pelaku industri rumahan keramik lukis pemula merasa kesulitan memasarkan produknya.

Setidaknya begitulah menurut Hendralian, salah seorang pelaku industri rumahan keramik lukis, Oddgreen saat ditemui di pameran furniture Indonesia 2010, Jakarta Convention Center, Minggu (21/2/2010). "Kendalanya, cuma pemasarannya saja yang kurang karena keramik bukan barang primer," ujar Hendralian ketika ditanya tentang kendala bisnisnya.

Selain sifatnya yang bukan barang primer, memasarkan keramik lukis tangan seperti produk Oddgreen dikatakan Hendralian agak sulit jika kita tidak dapat menentukan sasaran produk.

Awalnya, produk Oddgreen seperti piring keramik lukis, mug lukis, vas bunga lukis tangan hendak di pasarkan ke pasaran produk seni. Namun, Hendralian mengatakan, "Masuk pasar yang seni-seni untuk pemula itu susah, Kalau di sini nggak sampe kayaknya. Keramik di Indonesia lebih ke arah etnik, harganya mahal-mahal, kalau pemula, nggak sampe," katanya.

Oleh karena itulah, dua penggagas Oddgreen, Hendralian dan Isdihar yang baru memulai bisnisnya tiga tahun itu, hanya memasarkan produknya melalui internet seperti blog, atau pada saat pameran-pameran produk kerajinan.

Dengan mengikuti berbagai pameran produk, lanjut Lian, mereka belajar melihat selera konsumen. "Kita kan belum tau mana yang laku. Jadi, dari pameran kita belajarnya," ujarnya.

Dari mengikuti pameran tersebut, kedua pelaku bisnis keramik itu, Hendralian dan Isdihar memutuskan untuk menyasar ABG dengan menjual produk berdesain populer yang berwarna cerah dan murah meriah.

Contohnya saja, produk kalung dan gelang tali berliontin keramik lukis dijual mereka dengan harga murah meriah, yakni Rp 10 ribu. Desain pada liontin kalung dan gelangpun lucu-lucu. Ada yang bergambar hewan, bunga, vespa, wayang, dan gambar lainnya yang terkesan muda dengan warna yang cerah.

Obati Sariawan Dengan Jambu Biji


Sariawan memang merupakan penyakit yang sangat menggangu, karena itulah saya senang sekali membahas penyakit yang satu ini tentu saja dengan sedikit solusi dengan menambahkan OBAT HERBAL apa yang cocok untuk digunakan menyembuhkan penyakit yang satu ini.

Di kesempatan ini, kita akan menggunakan jambu biji untuk menyembuhkan sariawan, tentu semua tidak asing lagi dengan tanaman yang namanya jambu biji. Dan sudah banyak produk yang berbahan dasar jambu biji beredar di pasaran. Pengolahan jambu biji menjadi OBAT TRADISIONAL adalah sebagai berikut.

Sariawan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.
Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

Semoga saja setelah anda menerapkan cara di atas, sariawan yang anda derita bisa sembuh dengan cepat.

Menghadapi CAFTA, Pelaku Usaha Dituntut Kreatif


Dalam menghadapi Perjanjian Perdagangan Bebas Kawasan ASEAN dan China, para pelaku usaha jangan hanya hanya mengandalkan pertimbangan rasional dalam pengambilan keputusan. Agar dapat bersaing, para pelaku usaha dituntut bekerja lebih efektif, efisien, dan kreatif dalam menangkap peluang bisnis.

Hal itu disampaikan Koordinator Pusat Riset dan Kasus PPM Manajemen Pepey Riawati Kurnia dalam seminar bertema "Solusi di Era ACFTA: Percaya pada Intuisi dan Gali Kreativitas", Rabu (17/2/2010) di Jakarta.

Sayangnya selama ini pendidikan di Indonesia cenderung hanya memerhatikan aspek berpikir secara rasional dan kurang memedulikan mengenai intuisi dan kreativitas peserta didik. Hal ini berdampak pada kurangnya stimulasi agar seseorang bisa berpikir kreatif dalam menangkap peluang saat terjun ke dunia usaha.

"Seharusnya kita tidak perlu takut kalah bersaing dalam era ACFTA. Bagaimanapun, orang Indonesia lebih tahu mengenai selera dan budaya masyarakat setempat. Tentunya keunggulan ini harus disertai intuisi yang bagus dalam memahami kebutuhan pasar produk dan jasa. Tentu intuisi saja tidak cukup, tetapi harus dikombinasi dengan aspek rasional dalam pengambilan keputusan," kata dia.

Selain itu, pelaku usaha dituntut agar pantang menyerah dan selalu belajar dari kegagalan dan tekun dalam berusaha. Dalam menghadapi CAFTA, kita dituntut berani menghadapi risiko. "Hal ini memerlukan kapabilitas baik kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan. Setiap organisasi perusahaan sebaiknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi karyawannya untuk bisa kreatif," ujarnya.

Joe Kamdani, pendiri PT Datascript, menambahkan, persaingan mendorong kita untuk bekerja dengan lebih efektif dan efisien, mutu barang menjadi lebih baik dengan variasi lebih luas, harga menjadi lebih murah, dan bahan baku impor menjadi lebih murah yang memengaruhi harga produksi.

"Pemerintah akan sadar bahwa pemerintahan tanpa ekonomi yang kuat tidak efektif dan terus akan mengalami permasalahan. Karena itu, perlu kerja sama dan sinergi. Dalam persaingan, orang berusaha untuk bertahan hidup dan mendorongnya untuk bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan lebih efisien," ujarnya.

Untuk bersaing di CAFTA, menurut Joe, pemerintah harus menciptakan kondisi dan situasi yang kondusif, antara lain infrastruktur memadai, energi yang tersedia, pemerintahan yang stabil, kepastian hukum, birokrasi efektif, dan korupsi berkurang. "Pemerintah juga harus memasarkan Indonesia dari berbagai segi, baik budaya, pariwisata, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan investasi," kata dia.

Cipaganti Tawarkan Waralaba


PT Cipaganti Citra Graha (Cipaganti) menargetkan setidaknya empat cabang baru milik mitra akan dibuka setiap bulannya. Penambahan cabang ini seiring rencana perusahaan mewaralabakan usahanya tahun ini. Dengan demikian nantinya, jumlah armada milik Cipaganti yang di ujung 2009 lalu berjumlah 1.250 unit dapat berkembang menjadi 2.000 unit diakhir tahun ini.


"Tapi untuk waralaba di luar Jawa, kemungkinan baru bisa kami layani setelah Semester II tahun ini. Karena kami juga perlu membuka cabang-cabang sendiri di kota-kota besar di luar Jawa tersebut, sebagai penghubung cabang yang dibuka mitra di kota yang lebih kecil sekaligus sentra pengawasan operasi mitra," ujar Presiden Direktur Cipaganti Group Andianto Setiabudi, Senin (15/2/2010).

Direktur Pengembangan Usaha Cipaganti Group Tommy Teguh Susetio menambahkan, paket waralaba termurah yang ditawarkannya mulai dari Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Dengan investasi sebesar itu, pihak mitra sudah mendapatkan hak operasi 8 sampai 12 unit mobil travel Pregio atau Elf yang umumnya digunakan oleh perusahaan. Bukan itu saja, mitra juga mendapatkan sistem operasi yang dipandu oleh kantor pusat.

Selain itu, Andianto mengaku, sampai Semester I nanti perusahaan akan fokus menggarap pengembangan usaha di Pulau Jawa dan Bali. Cipaganti akan membuka pelayanan jasa travel di seluruh Bandara di Jawa dan Bali.

Nah, upaya nyata pengembangan usaha tersebut, pihaknya menjalin kerjasama dengan Angkasa Pura I dan II. Nantinya, penumpang pesawat dari bandara bisa langsung menggunakan jasa sewa kendaraan Cipaganti untuk sampai ke rumah masing-masing.

"Misalnya dari Surabaya mereka ingin naik travel langsung ke Jember dan sebagainya, itu bisa dilayani. Saat ini kami masih menunggu turunnya izin membuka counter dan pelayanan di Bandara, mungkin empat bulan lagi bisa dibuka di bandara Solo, Jogjakarta, Semarang dan Surabaya," jelasnya.

Sekedar informasi dari 1.250 armada yang dimilikinya, Cipaganti mengalokasikan 600 armada untuk bisnis travel & shuttlenya. Sehingga tidak heran 60 persen pendapatan berasal dari unit bisnis tersebut.

Saat ini dalam satu hari Cipaganti melayani lebih dari 800 trip perjalanan travel & shuttlenya atau rata-rata 4 menit sekali. Dengan kapasitas tempat duduk lebih dari 120.000 per bulan yang dilayani oleh 60 outlet-nya diwilayah Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Jabodetabek, Bandara Soekarno-Hatta, Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Surabaya, Jember, Malang dan Denpasar.

Raup Puluhan Juta dari "Lampu Antik" Stoples


Hiasan rumah bernuansa klasik kini tengah diminati. Berbekal sedikit kreativitas dan kerja keras, Tri Yuniawan Putranto (32) memanfaatkan tren tersebut sebagai peluang usaha. Ia kemudian membuat lampu-lampu antik menawan yang murah sekaligus ramah lingkungan karena terbuat dari stoples dan botol kaca bekas yang tadinya dibuang begitu saja.


Awalnya, Tri mendapat ide membuat lampu antik ketika bekerja membuat kerajinan besi pada 2002. Ide mengembangkan usaha ini juga bertolak dari sulitnya memperoleh pekerjaan. Lulusan Diploma III Manajemen ASMI Santa Maria Yogyakarta ini terpaksa bekerja kasar di perusahaan swasta milik saudaranya karena kesulitan mencari pekerjaan.

Hanya bertahan setahun, perusahaan itu gulung tikar. Tri kembali jadi penganggur. Baru saja menikah dan harus memenuhi kebutuhan keluarga memaksanya untuk segera mencari pekerjaan baru.

Beruntung Tri dan istrinya masih diizinkan tinggal bersama di rumah keluarga sang istri di Dusun Srandu, Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo, DIY. Ketergantungan ini yang membuat Tri mendapat ilham untuk menjalankan usahanya sendiri.

Tri iseng menempa logam kuningan untuk dibuat sebagai kerajinan. Dia pun teringat dengan gagasannya untuk membuat lampu antik. Ia segera memburu stoples kaca bekas di pasar-pasar tradisional dan membeli lembaran logam kuningan.

Satu stoples dibeli seharga Rp 2.500-Rp 15.000, tergantung dari ukuran diameter. Logam kuningan ukuran 120 sentimeter x 36 sentimeter dengan ketebalan 0,3 milimeter dibeli seharga Rp 65.000 per lembar.

Stoples berbentuk bulat dengan diameter 10-15 sentimeter itu dicuci hingga bersih. Setelah itu, lembar kuningan dipotong dengan panjang yang pas dengan keliling mulut stoples.

”Kuningan itu saya bikin menjadi tempat lampu. Setelah diukur tepat, kuningan saya tempa dengan pahat untuk menimbulkan motif bulat atau garis-garis,” katanya.

Tri juga mendesain penyangga lampu sekaligus tatakannya, juga dari bahan kuningan. Butuh waktu lebih dari satu minggu untuk menciptakan lampu antik pertamanya. Sebagian besar dari waktu itu digunakan Tri untuk melubangi kaca stoples sebagai tempat pengait kap lampu. Pelubangan harus dilakukan hati-hati agar kaca tidak pecah.

Setelah menciptakan beberapa model lampu antik, Tri tetap menghadapi kendala modal yang tipis. Namun, agar produknya dikenal, dia berani mengikuti pameran kerajinan yang digelar di Kulon Progo sekitar tahun 2004. Respons pengunjung pameran terhadap kerajinan lampu antik cukup tinggi.

”Seusai pameran, order pembuatan lampu antik terus mengalir. Pelan-pelan usaha saya mulai jalan,” ujar ayah satu anak ini. Mengikuti pameran dengan menyajikan produk contoh yang baik menjadi modal kesuksesan usahanya.

Untuk mendukung proses produksi, Tri merekrut lima tenaga kerja. Dua di antaranya adalah teman-temannya sendiri. Sisanya adalah pemuda Dusun Srandu yang menganggur. Pembuatan lampu antik awalnya dilakukan di halaman rumah. Tri belum mampu mendirikan studio kerja sendiri.

Tantangan baru muncul

Tenggat yang terbatas dari pemesan membuat Tri tidak bisa lama-lama membuat lampu antik. Ia harus mencari cara untuk melubangi stoples secepat mungkin tanpa memecahkan kaca. Padahal, proses inilah yang paling makan waktu.

”Saya akhirnya memakai bor listrik yang diberi mata intan. Mahal, tapi hasilnya rapi. Dulu satu dari tiga stoples pasti pecah saat dilubangi. Sekarang risiko bisa diperkecil menjadi satu banding sepuluh,” katanya.

Inovasi lain ialah memodifikasi pompa air menjadi mesin penggerinda untuk menghaluskan permukaan stoples. Agar tidak pecah saat tergerus penggerinda, tepian stoples atau botol kaca ditutup selotip.

Sesungguhnya tidak ada tuntutan kesempurnaan pada lampu antik. Kaca retak, logam penyok, atau warna kusam justru akan meningkatkan nilai antik dari lampu itu. Harga jual lampu justru bisa terdongkrak.

Tri berhasil mengejar tenggat produksi. Kini ia mampu memproduksi 2-3 lampu antik tempel per hari. Untuk lampu gantung, ia bisa memproduksi 1-2 buah per hari. Dalam satu bulan, Tri mampu memproduksi 100 lampu antik.

Harga lampu-lampu ”stoples” karya Tri bervariasi, mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 1,5 juta, tergantung dari kerumitan desain. Omzet yang didapat Rp 15 juta-Rp 30 juta per bulan.

Untuk memperkaya ide desain, Tri rajin mengunjungi pasar-pasar tradisional, seperti Pasar Klithikan dan Beringharjo di Yogyakarta. Ia juga kerap bertukar ide dengan pembuat kerajinan tradisional lain saat menghadiri pameran.

Beberapa tahun pertama, Tri hanya memasarkan lampu buatannya di toko-toko lokal, seperti di Mirota Batik dan berbagai galeri seni di Yogyakarta. Belakangan produknya mulai dilirik para eksportir untuk dipasarkan di Eropa dan Asia.

Luasnya pemasaran ini berdampak pada jumlah pemesanan. Akhir tahun lalu Tri mendapat pesanan 1.000 lampu dari luar negeri. Tri sampai merekrut puluhan tenaga kerja dari sekitar Banjarharjo. Setiap tenaga kerja diupah Rp 35.000-Rp 50.000 per hari.

”Saya cukup senang karena memberi kesibukan kepada pemuda-pemuda desa yang menganggur. Beberapa di antara mereka bahkan juga terinspirasi menekuni dunia wiraswasta sebagai sumber penghidupan meskipun mereka berada di jalur yang berbeda,” kata Tri yang akrab disapa Iput ini.

Perjalanan bisnis lampu antik Tri masih panjang. Sebagian hasil usaha sudah diinvestasikan Tri menjadi studio kerja berukuran sekitar 4 meter x 4 meter. Agar usahanya lebih maju, ia tak segan mengajukan kredit bank hingga Rp 100 juta.

Tri juga mulai melayani pembuatan lampu antik dengan desain khusus sesuai dengan keinginan pemesan. Tidak ada batasan order yang dikenakan karena bagi Tri kepuasan pelanggan adalah segalanya.

Dengan sistem semacam ini, Tri juga tidak khawatir tersaingi produk-produk tiruan atau impor seiring dengan mulai berlakunya sistem perdagangan bebas dengan China. Menurut dia, produk kerajinan tradisional buatan tangan tak mudah ditiru pabrik sehingga akan selalu mendapat tempat di hati konsumen. ”Saya tak takut dengan serbuan produk China atau India. Kualitas produk bikinan mereka tak akan bisa menyamai produk buatan saya,” ujar Tri percaya diri.

Lampu antik buatan Tri tidak hanya mengangkat nama produk kerajinan dalam negeri atau menciptakan lapangan kerja. Namun, lebih dari itu, Tri juga berperan dalam upaya mencegah pemanasan global karena sesungguhnya produk yang ia hasilkan adalah hasil daur ulang dari sampah yang tadinya terbuang percuma.

Wirausahawan Baru Harus Terus Lahir



Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan lebih memperluas program kewirausahaan di setiap sektor usaha. Tekad ini diungkapkan oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam Temu Nasional Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian yang dibuka Wakil Presiden Boediono di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (9/2/2010).

Kewirausahaan akan menjadi kunci penyelesaian berbagai masalah perekonomian masyarakat.

"Kewirausahaan akan menjadi kunci penyelesaian berbagai masalah perekonomian masyarakat dan sekaligus mendorong munculnya usahawan-usahawan nasional yang mandiri dan independen," kata Muhaimin.

Dalam kesempatan ini, pemerintah menganugerahkan penghargaan Paramakarya 2009 kepada wirausahawan berprestasi. Penghargaan ini bertujuan untuk memacu semangat para wirausahawan agar lebih mengembangkan usaha mereka untuk menciptakan lebih banyak lagi kesempatan kerja. Para penerima penghargaan berasal dari beberapa propinsi seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Bali, Yogyakarta dan Jawa Barat.

Menurut Wapres Boediono, persoalan utama bangsa ini adalah bagaimana menekan angka pengangguran. Sekali pun sudah turun secara prosentase yaitu 8,9 persen, angka ini masih cukup tinggi dan inilah tantangannya. Angkatan kerja setiap tahunnya belum terserap semua ke dalam lapangan kerja, dan wirausaha merupakan salah satu solusi yang sangat penting. Cara yang lainnya adalah transmigrasi dan diharapkan program ini lebih banyak lagi menyerap tenaga kerja.

"Persoalan kedua di ketenagakerjaan adalah apakah upah mereka sudah layak untuk memenuhi kebutuhan harian mereka," ujar Wapres.

Boediono meminta semua sektor terkait harus bekerja sama dan membuka diri satu sama lain, termasuk membangun sinergi pusat dan daerah. Dalam acara ini juga ditandatangani MoU antara Kementerian Nakertrans dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga tentang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.

Kegiatan ini dihadiri para gubernur, bupati, dan pengusaha. Temu Nasional yang akan berlangsung hari Rabu (10/2/2010) akan menghadirkan narasumber Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisyahbana, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, tokoh kewirausahaan Ciputra, pakar manajemen Rhenald Kasali, dan Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardoyo.

Gamis Anggun dan Mempesona


Tampil anggun idaman setiap wanita, anggun dan seksi tak hanya tercipta dari pakaian nan terbuka dan vulgar. Kali ini saya datang ke ulang tahun teman saya yang ke-17, saya melihat suasana ramai. Dan banyak yang memakai BUSANA MUSLIM modifikasi biarpun yang hadir baru remaja, namun saya salud mereka rata – rata memakai BAJU MUSLIM, sungguh anggun dan cantik. Lalu acara dimulai datanglah teman saya waw semua mata tertuju kepada dia, sungguh sangat berbeda.

Dia mengenakan gamis merah muda yang soft dan di combain dengan motif jantung – jantung yang berwarna ungu di depannya tepat di bawah leher. Lalu dia memakai jilbab berwarna gold dengan ikatan buga warna perak di bagian samping, sungguh sangat anggun. Dia sangat cantik aura nya keluar. Saya salud dengan dia meski dia ultah tak menyurutkan niat dia untuk memakai gamis anggun itu. Biasanya remaja ultah hanya suka glamour dan hura – hura namun teman saya sungguh sangat berbeda.

Hanya 1 Persen Orang Indonesia Berjiwa Wirausaha


Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menyatakan, minat masyarakat Indonesia di bidang wirausaha masih sangat kecil. Saat ini yang menggeluti dunia wirausaha tersebut jumlahnya hanya sekitar satu persen lebih dari 230 juta jiwa penduduk Indonesia.


Padahal, untuk menggerakkan roda perekonomian negara, jiwa kewirausahaan itu yang sekarang ini sangat diperlukan. Oleh sebab itu, jiwa kewirausahaan harus terus didorong melalui program-program kementerian dari pusat maupun k e daerah yang juga harus melibatkan swasta dan masyarakat.

Demikian disampaikan secara tertulis oleh Muhaimin dalam siaran pers yang dibagikan, saat pembukaan Temu Nasional Ketenagkerjaan dan Ketransmigrasian di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (9/2) sore tadi.

Pembukaan Temu Nasional dilakukan oleh Wapres Boediono dan dihadiri oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad serta pengusaha Ciputra.

Dalam kesempatan itu, Boediono juga menyaksikan penandatangan n ota kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng sendiri tidak hadir.

"Kenyataannya, kemampuan sektor formal dalam penyerapan tenaga kerja sangat terbatas, yaitu hanya 37 persen dari seluruh orang yang bekerja. Sementara, sektor informal mampu menyerap sampai sebesar 63 persen. Sebab itu, perlu didorong dan dikembangkan wirausaha melalui berbagai program," tandas Muhaimin.

Menurut Muhaimin, nota kerja sama yang sudah ditandatangani diharapkan bisa mendorong jiwa kewirausahaan lebih besar lagi di Indonesia.

Terkait kerja sama dengan Ciputra, Muhaimin mengatakan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi saat ini tengah mengembangkan kerjasama, selain dengan pengusaha, juga dengan akademisi untuk melatih pejabat dan instruktur terhadap 219 Balai Latihan kerja untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan.

Sementara, dalam pidatonya, Wapres Boediono menyatakan salah upaya meningkatkan laju lapangan kerja, kuncinya adalah ekspansi dari pengembangan usaha kecil yang diharapkan bisa meningkat lebih besar lagi.

"Sisi lain tenaga kerja adalah pendapatan yang harus dipacu terus. Namun, bagaimana meningkatkan pendapatan itu sendiri. Sebab, kualitas lapangan kerja kita memang belum memadai, sehingga akan mempengaruhi pendapatan penduduk," ujarnya.

Boediono mengakui sejumlah langkah harus dilakukan untuk meningkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja. Di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 dapat kita lihat berbagai program yang terkait dengan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Namun, ia tidak merinci langkah tersebut.

"Coba deh dilihat di buku RPJMN itu, ada tiga jilid yang bisa menunjukkan itu. Hubungi instansi pemerintah atau bisa didown-load isi RPJMN-nya," kata Boediono lagi.

Peluang Bisnis Penyewaan Mainan Anak


Mainan tak bisa dipisahkan dari keseharian si kecil. Namanya juga anak-anak, sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk bermain. Sebaiknya, mainan anak tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik. Untuk mainan edukatif, tentu ayah-ibu tak keberatan merogoh kocek lebih dalam.

Hal inilah yang membuat bisnis mainan anak yang sarat muatan edukasi terus berkembang. Umumnya, mainan edukatif terbuat dari bahan-bahan berkualitas yang aman dimainkan oleh si buyung dan si upik.

Sayang, banderol harga mainan edukasi semacam ini masih lumayan mahal. Masalahnya, usia mainan edukasi terbilang pendek. Seiring bertumbuhnya usia anak, dia membutuhkan mainan baru yang lebih cocok dengan umurnya. Alhasil, mainan lama pun menjadi penghuni gudang, bahkan berakhir di tempat sampah.

Di mata Anita Rachman, kondisi ini adalah sebuah peluang bisnis. Maka dari itu, sejak Februari 2008, ia membuka usaha penyewaan mainan bernama Michie's Rent'n Play di Jakarta Selatan.

Anita memulai usahanya dengan modal Rp 100 juta. Modal itu dia gunakan memborong aneka mainan impor berbagai merek dari Amerika. Sebut saja, Little Tikes, Step 2, Chicco, dan Vtech. Kini, perempuan berusia 30 tahun ini telah mengoleksi 70 jenis mainan. Masing-masing tersedia empat sampai lima unit.

Dia menentukan tiga pilihan durasi sewa, yakni seminggu, dua minggu, dan sebulan. Harganya tentu bervariasi sesuai dengan jenis mainannya.

Tarif sewa perosotan anak Michie Climber, misalnya, Rp 95.000 per minggu dan Rp 300.000 per bulan. Contoh lain, rumah-rumahan Princess Play House disewakan dengan tarif Rp 175.000-Rp 500.000. Ada juga mobil-mobilan macam Police Car Patrol yang disewakan Rp 50.000-155.000. Untuk sarana bermain air, ada Water Wheel Play dengan sewa Rp 60.000-Rp 185.000.

Puluhan mainan tadi diperuntukkan bagi bayi hingga anak usia tujuh tahun. "Yang paling banyak diminati adalah perosotan, bahkan sampai waiting list," ujar Anita.

Untuk dapat menyewa, ibu dua anak ini meminta pelanggan menyerahkan fotokopi kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), dan berkas pembayaran rekening listrik atau air. "Plus menandatangani kesepakatan bersama di atas meterai," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi kerugian, Anita mensyaratkan, bila mainan yang disewa rusak, maka penyewa wajib menggantinya. "Diganti sesuai harga beli saat ini," ucap Anita.

Dalam sebulan, Anita mengaku mendapat omzet hingga Rp 10 juta. Bahkan, pada musim liburan sekolah Juni dan Juli, omzetnya bisa menyentuh Rp 17 juta. "Margin saya Rp 6 juta-Rp 8 juta," ungkapnya.

Grace Natalia juga menekuni bisnis serupa. Sama seperti Anita, pemilik usaha sewa mainan Comel ini pun memulai usahanya pada 2008. Setahun sebelumnya, Grace sudah bergumul di bisnis penyewaan kostum, baik untuk anak-anak maupun dewasa.

Lantaran mengurusi bisnis lain, koleksi mainan Grace tak sebanyak Anita. Grace baru mengoleksi 25 jenis mainan. Itu pun masing-masing hanya satu unit.

Beberapa koleksi mainannya adalah mobil-mobilan Kidie Rides yang disewakan dengan harga Rp 1 juta sehari dan Jump Castle Bouncer yang disewakan Rp 250.000-Rp 550.000, sesuai lama pinjam.

Grace juga menyewakan mainan untuk acara karnaval, misal Mini Carousel. Dia menyewakan mainan yang terdiri dari tiga bangku berbentuk binatang ini dengan harga Rp 1,8 juta sehari.

Dalam sebulan, dari seluruh usahanya, Grace membukukan omzet maksimal Rp 25 juta sebulan. "Margin saya 30 persen," aku perempuan 28 tahun ini.

Pulang dari Jepang Diharapkan Jadi Wirausaha


Departemen Tenaga Kerja siapkan 117 pemuda lulusan SMU untuk mengikuti program magang ke Jepang. Pembekalan ke-117 pemuda lulusan SMU dan STM ini dilakukan di Balai Besar Pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri, Cevest, Jl Guntur Raya No. 1, Bekasi Barat, Senin (8/2/2010).

Ke-117 pemuda ini adalah lulusan SMU dan STM dari seluruh daerah yang ada di Indonesia. Pemuda-pemuda yang akan mengikuti program magang di Jepang antara lain berasal dari daerah Bali, Bengkulu, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Medan, Pondok Pesantren, dan Riau. Tahun ini sebanyak 117 orang akan mengikuti program magang di Jepang.

Mereka sebelumnya telah mengukuti masa pelatihan dari 14 Desember 2009 sampai dengan 10 Februari 2010. Jumlah awal pemuda yang masuk seleksi tahap pertama sebanyak 141 orang, setelah mengikuti proses selanjutnya jumlah akhirnya menjadi 117 orang pemuda.

Pemuda dengan nilai tertinggi yang berada di urutan pertama adalah Mohamad Jamroji asal Jawa Timur dengan nilai A 97,7, urutan ke dua Muhamad Anas Junaidi asal Pondok Pesantren dengan nilai A 95,8, I Wayan Sudiarsana asal Bali dengan nilai A 94,5. Pembekalan di Balai Besar Pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri, Cevest ini meliputi pembekalan mental, sikap, disiplin, pembekalan bahasa Jepang, pembekalan budaya.

"Mereka dibekali dengan pelatihan mental, budaya, serta bahasa Jepang," ucap Direktur Pemagangan, Drs. Mulyanto di BBPTKLN, Cevest, Bekasi Barat, Senin (8/2/2010).

Dengan pembekalan mental, sikap, disiplin, bahasa dan budaya Jepang ini semoga bisa menjadi bekal mereka di Jepang nantinya selama 3 tahun ke depan. "Semoga dengan pembekalan ini, bisa menjadi modal mereka untuk berkomunikasi, beradaptasi di Jepang. Karena di Jepang ada 4 musim, sehingga pembekalan disini bisa membuat mereka beradaptasi dengan ke empat musim itu," ucap Mulyanto.

Mulyanto berharap setelah mengikuti program magang di Jepang ini ke-117 pemuda Indonesia ini bisa mendapat ilmu dan bisa berwirausaha. "Semoga sebalik dari Jepang nanti mereka semua tidak menganggur lagi, bisa berwirausaha, karena selain keterampilan yang didapat mereka juga akan memperoleh uang pembekalan sebesar 600 ribu yen sepulang dari Jepang," ucap Mulyanto.

Program magang ini, ke depannya tidak hanya akan diadakan di Jepang, tetapi bisa dilakukan di Cina, Vietnam, Australia, dan Kanada. "Kita coba tahun-tahun ke depan akan dilakukan di Australia, Kanada, Timur Tengah," ucap Mulyanto. Pembekalan ini bekerjasama dengan Universitas Ciputra yang diwakili oleh Antonius Tanan, Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center.

Bisnis Kerajinan Logam Beromzet Ratusan Juta


Sampai kapan pun pamor kerajinan berbahan baku dari alam tidak akan pernah redup. Salah satunya adalah kerajinan alam berbahan baku logam. Hal itu disebabkan kerajinan logam termasuk salah satu produk kerajinan yang memiliki estetika tinggi dan relatif tahan lama.

Tengok saja pengalaman salah satu perajin logam dari Boyolali bernama Johan Laksmana. Ia telah berkecimpung sebagai perajin logam sejak tahun 2003. Berbekal ilmu mengikuti atasannya menjadi perajin logam selama lima tahun, akhirnya ia berani menjalankan bisnis logam seorang diri dengan mengusung nama Laksmana Art. "Kerajinan logam prospek pasarnya kian lama makin bagus," katanya.

Misalnya saja replika bunga raflesia. Ia bisa membuat replika raflesia dengan beragam ukuran, tergantung dari pesanan. Umumnya Johan membuat replika bunga raflesia mulai dari diameter 20 sentimeter (cm) hingga ukuran 40 cm ke atas. "Fungsinya untuk hiasan dinding," katanya.

Pembuatan replika bunga raflesia berdiameter 20 cm membutuhkan waktu sekitar 6 hari. Sementara untuk ukuran yang lebih besar butuh waktu pengerjaan minimal 10 hari.

Harga jual kerajinan replika raflesianya yang berukuran 20 cm mulai dari Rp 2,8 juta per unit. "Marginnya sekitar 10 persen karena saat ini persaingan harga cukup ketat," katanya.

Ia pun membuat beraneka ragam kerajinan logam lainnya, seperti bathtub, wastafel, cawan, guci, tutup kloset, relief, bandul, dan juga gantungan kunci. Harga kerajinan tangan logamnya beraneka ragam, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Namanya juga bisnis, suatu waktu pesanan sepi dan pada waktu lain pesanan membeludak sehingga omzetnya tak pernah stabil. "Kalau sedang ramai pesanan omzet sebulan bisa sampai Rp 150 juta per bulan," katanya.

Mencicipi Manisnya Laba Bisnis Fro-Yo


Tren menikmati frozen yoghurt kini menjangkiti masyarakat urban. Hampir di setiap pusat perbelanjaan terdapat kafe maupun gerai mini take away (booth) yang menjajakan yoghurt beku, plus campuran es krim dan bertabur topping aneka rasa. Produk berbasis susu ini diyakini bisa memperhalus kulit dan bikin awet muda.


Dalam dua tahun belakangan ini beredar setidaknya 75 merek frozen yoghurt (fro-yo) di Indonesia. Tak semua merek bisa bertahan, ada yang timbul, lalu tenggelam, tapi ada juga yang muncul dan terus membesar.

Salah satu pionir gerai fro-yo di Indonesia adalah PT Berjaya Sally Ceria (PT BSC) yang mengusung merek Sour Sally. Meski baru berusia 1,5 tahun, Sour Sally yang menyasar kelas premium telah berkembang menjadi 36 gerai. Gerai ini tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, sebut saja Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Denpasar.

Melihat tanggapan masyarakat yang begitu antusias, PT BSC tergoda untuk menawarkan waralaba dengan merek Yogu Buzz. "Kami sengaja menciptakan second brand sebelum membuka peluang waralaba agar segmen pasar lebih menyebar," ujar Sagita Kwee, Brand Marketing Manager Sour Sally, yang juga mengurusi waralaba Yogu Buzz.

Rencananya, harga produk Yogu Buzz lebih miring ketimbang yoghurt di Sour Sally, berkisar Rp 14.500 per cup. Sebagai pembanding, harga yoghurt di Sour Sally Rp 17.500-Rp 64.000 per cup.

Gerainya pun tak berkonsep kafe butik seperti Sour Sally. Bentuknya hanya semacam booth pesan bawa. Yogu Buzz juga hanya menjual fro-yo dalam ukuran personal (single). "Slogan Yogu Buzz adalah Fro-Yo for Everyone," ujar Sagita.

Kendati merupakan second brand, Sagita meyakinkan, bahan-bahan yang dipasok PT BSC sebagai master franchise ke Yogu Buzz merupakan bahan impor berkualitas.

Minat terhadap waralaba ini ternyata luar biasa. Baru ditawarkan November 2009 lalu, peminat yang masuk sampai kini mencapai 300 orang. Tapi, sebagai tahap awal, PT BSC hanya memilih 5-10 terwaralaba di wilayah Jabodetabek. "Kami tak mau terlalu agresif," kata Sagita.

Jika Anda juga berminat, tak perlu risau. Anda masih bisa mendaftar. Sebab, proses seleksi untuk mendapat hak waralaba Yogu Buzz baru berlangsung April nanti.

Yogu Buzz menetapkan biaya lisensi Rp 350 juta-Rp 450 juta. Sebagai gantinya, terwaralaba mendapat hak lisensi, pasokan bahan baku gratis selama sebulan, mesin produksi, seluruh perlengkapan operasional, display booth, dan estimasi biaya sewa tempat setahun. "Selebihnya akan kami rinci saat pertemuan dengan calon terwaralaba," ujar Marcus Kandou, Marketing Communications dan PR Director Sour Sally.

Sagita memperkirakan, jika satu booth Yogu Buzz berhasil menjaring penjualan sekitar Rp 3 juta per hari, modal mitra waralaba bisa kembali dalam waktu setahun.

Menurut Bambang N Rachmadi, pengamat waralaba sekaligus dosen di Universitas Indonesia, prospek bisnis frozen yoghurt di Indonesia masih sangat bagus. Alasannya, "Potensi pasar masyarakat Indonesia sangat besar dan pendapatan per kapita konsumen diharapkan semakin meningkat."

Bambang juga sangat mendukung upaya pengembangan waralaba lokal seperti Yogu Buzz ini. "Sebaiknya, Yogu Buzz mengembangkan format bisnis sendiri yang simpel," sarannya. Namun, ia berharap waralaba baru ini menawarkan harga franchise yang tidak terlampau mahal. "Supaya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat," tegasnya.

Boneka Rumput yang Mampu Cetak Omzet Rp 1 Miliar


Sebagai wirausahawan, Gigin Mardiansyah memang baru berusia 26 tahun. Namun, pria muda ini telah meraih omzet mencapai Rp 1 miliar per tahun dari hasil boneka Horta yang dipasarkannya bersama kawan-kawannya.

Boneka Horta ini tampil dengan beragam rupa. Ada yang berbentuk kura-kura, sapi, babi, panda, ataupun boneka berbentuk kepala manusia. Berbeda dengan boneka lain, boneka Horta bisa dibilang seperti tanaman. Jika setiap hari disiram dengan rajin, di bagian atasnya akan tumbuh rumput.

Lantas, kenapa diberi nama Horta?

Saat ditemui di sela-sela Expo Wirausaha Mandiri, Gigin menjelaskan, kata Horta sebetulnya adalah singkatan dari hortikultura. "Dulu kan saya kuliah di Program Studi Hortikultura IPB (Institut Pertanian Bogor)," ujar dia yang kini telah lulus dari IPB, Sabtu (23/1/2010).

Ide awal pembuatan boneka Horta ini sebetulnya dari dosen IPB, Dr Ni Made Armini Wiendy, yang ingin membuat media edukasi buat anak-anak supaya mengenal tanaman sejak dini. Kemudian, Gigin dan keenam rekannya tertarik untuk membuat boneka karena dinilai tepat dan menarik untuk menjadi media edukasi bagi anak-anak.

Gigin akhirnya mengajukan proposal ke Dirjen Pendidikan Tinggi melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). "Alhamdulillah proposalnya diterima dan kami mendapatkan dana untuk pengembangan usaha Rp 4,75 juta. Jadi, itulah modal awal kami," kisah dia. Gigin pun memulai memproduksi boneka Horta.

Boneka ini bisa ditumbuhi rumput karena terbuat dari bahan utama serbuk kayu yang diperoleh dari limbah industri lainnya. Bahan lainnya, kata Gigin, adalah benih rumput, arang sekam, pupuk, stocking, dan aksesori boneka seperti mata, pita-pita, dan kancing.

"Benihnya kami sebar di sekitar kepala. Bahannya kami peroleh di sekitar Bogor saja, kecuali benih rumput yang harus kami datangkan dari Amerika," kata Gigin. Pasalnya, benih rumput lokal hingga kini masih sulit diperoleh. Karena itu pula, kini Gigin dan teman-temannya terus mengadakan penelitian mengenai benih rumput lokal. Dalam setahun, Gigin setidaknya mengimpor benih rumput sekitar 1 ton dari Amerika.

Kini, produknya sudah dipasarkan hampir di seluruh Indonesia. Pesanan dari berbagai perusahaan pun semakin membanjir. Boneka Horta juga bisa dibeli langsung di kiosnya, Jalan Babakan Tengah, Darmaga, Bogor. Boneka ini dipasarkan mulai harga Rp 20.000.

"Kami kasih garansi kalau enggak tumbuh bisa dikembalikan ke kami, bisa kami tukar dengan yang baru," kata Gigin.

Inilah 12 Jawara Wirausahawan Muda


Demi mendorong lahirnya lebih banyak wirausahawan muda Indonesia, Bank Mandiri, Jumat (22/1/2010) memberikan penghargaan kepada 12 pengusaha muda.

Mereka yang terpilih dari Program Wirausaha Mandiri tersebut adalah mahasiswa-mahasiswa yang diseleksi dari 200 perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia. Pemenang terdiri dari kategori mahasiswa Diploma dan Sarjana serta kategori mahasiswa Pascasarjana dan Alumni.

"Kita bahagia sekali karena ini adalah tahun ke-4. Workshop Mandiri ini diikuti oleh mahasiswa maupun pascasarjana dari 200 perguruan tinggi di seluruh Indonesia," kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Lebih lanjut Agus berharap, mereka yang lahir dalam Program Wirausaha Mandiri tersebut dapat menancapkan kakinya di dunia usaha guna menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. "Apabila kita dapat menciptakan setidaknya 2 persen enterpreneur dari total penduduk Indonesia, maka negara yang makmur akan terwujud," tandasnya.

Pemenang-pemenang tersebut telah masa penyeleksian selama tiga bulan yang diawali dengan pendaftaran di sembilan titik pelaksanaan, yaitu Medan, Palembang, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makassar, dan Denpasar.

Pemberian penghargaan yang juga dihadiri Wakil Presiden RI Boediono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, dan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal, tersebut juga dihadiri oleh 4.000 mahasiswa di Jadebotabek yang sedang mengikuti worksop Wirausaha Mandiri.

Penghargaan tersebut terdiri atas tiga kategori bidang usaha, yaitu industri dan jasa, boga, dan kategori kreatif.

Dari kategori mahasiswa program sarjana dan diploma, kategori usaha industri dan jasa, pemenang I adalah Ance Trio Marta (IPB) dan pemenang II Tri Wahyudi (Universitas Diponegoro).

Kategori Boga, pemenang I yaitu Dymas Tunggul Panuju (Universitas Brawijaya), dan pemenang II adalah Saiqa Ilham Akbar BS (UGM).

Sementara untuk kategori kreatif, dimenangkan oleh Brian Arfi Faridhi (ITS), pemenang II Indra Haryadi (UGM). Selanjutnya, untuk kategori Alumni dan Pascasarjana, di bidang usaha Industri dan Jasa, pemenang I adalah Agung Nugroho (UGM), dan pemenang II Rudik Setiawan (Universitas Muhammadiyah). Kategori boga, dimenangkan oleh Tririan Arianto (STT Telkom) dan Toni Hadi Putra (Universitas Jenderal Ahmad Yani).

Terakhir, pada kategori kreatif, pemenang I yaitu Muhammad Satrianugraha (Institut Teknologi Nasional), dan pemenang II Atthur Sahadewa Widjaja (IST Akprind Yogyakarta).

Pemenang Young Changemakers Award Dapat Segudang Hadiah


Dua puluh anak muda penerima penghargaan Young Changemakers (YCM) 2009 mengaku, sangat bangga sekaligus senang mendapatkan penghargaan yang diprakarsai oleh Ashoka dengan dukungan dari Indonesia Business Link dan Ford Foundation itu.

Ungkapan ini mereka sampaikan di hadapan Kompas.com usai prosesi penyerahan piagam YCM Rabu (20/1/2010) ini di STIM PPM, Jakarta Pusat. Bagaimana tidak bangga dan senang? Dengan memenangkan penghargaan tersebut berarti kesempatan mereka untuk mengontribusikan gagasannya kepada masyarakat semakin terbuka lebar. Ditambah lagi, adanya segudang hadiah yang sudah menanti di depan mata.

Ya, usai memenangkan YCM Award para pemuda ini nantinya memang akan mendapatkan segudang hadiah. Mereka akan bergabung dengan komunitas Pembaharu Global dan akan menerima dukungan dana investasi pengembangan kegiatan senilai Rp 2,5 juta rupiah.

Mereka juga akan mendapat dukungan pengembangan kapasitas melalui pelatihan dan mentoring serta akan difasilitasi untuk berjejaring dengan pembaharu sebaya di tingkat nasional dan internasional. Maka dari itu, bagi para generasi muda kreatif, jangan ragu untuk mengeluarkan gagasan dan kreativitas Anda melalui YCM Award. Karena, di samping bermanfaat, kesempatan Anda untuk mendapatkan segudang hadiah tadi juga terbuka lebar.

Inilah 20 Anak Muda Kreatif Indonesia



Dua puluh anak muda kreatif asal Jawa, Sumatera, dan Bali menerima Young Changemakers (YCM) Award 2009 dari asosiasi global wirausahawan sosial Ashoka dan organisasi nirlaba Indonesia Business Links (IBL), Rabu (20/1/2010) ini.

Kedua puluh anak muda yang berusia antara 12 sampai 25 tahun itu terpilih sebagai pembaharu muda 2009 karena dianggap berhasil memberikan ide kreatif sekaligus kontribusi nyata dalam membuat perubahan di masyarakat.

Untuk mendapat penghargaan YCM anak-anak muda itu ternyata harus melewati proses yang tidak mudah. Mereka harus bersaing ketat dengan ratusan anak muda lainnya dalam beberapa tahapan seleksi.

Para pembaharu muda terpilih dari Indonesia itu nantinya akan bergabung dengan komunitas pembaharu global yang jumlahnya lebih dari 900 tim. Di Indonesia sendiri, sejak dikembangkan lima tahun lalu, ada 75 kaum muda yang bergabung dalam komunitas Young Changemakers Ashoka Indonesia.

Mereka yang terpilih ini adalah mereka yang dianggap memenuhi kriteria kreatif, memiliki empati sosial, sikap kepemimpinan, kemauan bekerja sama yang tinggi, dan tentu saja mampu menggagas kegiatan-kegiatan sosial yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Agni, Koordinator Program Ashoka Young Changemakers, proses penyeleksian dan penilaian sudah dimulai sejak awal tahun 2009 lalu. "Salah satu kriterianya, kontribusi nyata mereka memberikan gagasan mengenai sebuah kegiatan sosial menarik yang berdampak pada masyarakat dan bagaimana mereka mengembangkannya," ujar Agni saat ditemui usai acara penganugerahan YCM Rabu ini, di Jakarta.

Tak salah memang jika yang terpilih adalah kedua puluh anak muda itu karena dibalik usia belia mereka, dua puluh anak muda itu telah mampu menggagas sekaligus mengembangkan program kegiatan sosial yang ampuh membawa perubahan bagi masyarakat di sekitarnya.

Enes contohnya, remaja asal Salatiga ini telah berhasil mengembangkan kreativitasnya memanfaatkan daur ulang sampah untuk industri rumah tangga. Kegiatan yang digerakkan Enes ini ternyata berhasil menciptakan keberdayaan ekonomi sekaligus memecahkan masalah lingkungan di kawasan tempat dirinya tinggal.

Tak hanya Enes, gagasan program kegiatan menarik juga ditawarkan oleh para penerima YCM award lainnya. Misalnya, pembuatan media kreatif edukasi lingkungan berbasis generasi muda; kegiatan pelestarian telaga berbasis edukasi masyarakat; pembuatan robot mainan dari sampah nonorganik; dan program sensus serangga air untuk pelestarian sungai atau kali.

Mengapa semua program kegiatannya terkait dengan isu lingkungan? Setiap tahunnya, YCM Award memang mengangkat tema berbeda untuk para peserta seleksi. Tahun 2009 lalu, tema yang diangkat adalah lingkungan, tepatnya mengenai air dan sanitasi.

Sementara itu, diungkapkan Direktur Ashoka Indonesia Mira Kusumarini, Young Changemakers Award tahun 2010 ini akan mengusung tema hak asasi manusia (HAM).

Ashoka merupakan asosiasi global wirausaha sosial. Tujuannya untuk mengindentifiaksi dan mendorong individu-individu yang memiliki visi, kreativitas, dan kegigihan luar biasa dalam kewirausahaan yang mendedikasikan bagi pemecahan masalah sosial.

Jadi, bagi para anak muda yang mempunyai ide atau bahkan telah mengembangkan program sosial terkait HAM, persiapkan diri Anda untuk YCM Award selanjutnya!

Mengunduh Untung dari Demam Internet


Kini boleh dibilang internet benar-benar tengah memasyarakat. Semakin banyak orang yang enggan berpisah dari internet barang sehari pun. Tak sedikit orang dan perusahaan yang makin bergantung pada internet, dari sekadar untuk menyapa teman lama sampai melancarkan urusan bisnis nan serius.


Tak heran, kini banyak warung internet (warnet) yang selalu penuh pengunjung. Kian banyak pula orang yang lebih suka mengakses internet di rumah dengan cara berlangganan layanan akses internet sendiri. Selain tak perlu keluar rumah, mereka lebih bebas menentukan waktu ngenet.

Sekarang banyak tawaran berlangganan internet di rumah. Selain menjadi pelanggan layanan internet service provider (ISP) kelas kakap, termasuk melalui operator telepon seluler, kita bisa juga berlangganan layanan dari ISP-ISP kecil.

Sebenarnya, nyaris tak ada beda antara ISP kelas rumahan ini dan ISP kelas kakap. Asal tahu saja, kebanyakan pebisnis ISP kelas rumahan ini sebenarnya mendapatkan akses internet dari ISP besar juga. “Intinya, kami berbagi jaringan kepada pelanggan,” ujar Mulyadi Bakir, penyedia ISP kelas rumahan.

Praktik bisnis ini memang mirip dengan bisnis warnet. Perbedaannya, pelanggan tidak perlu bertandang ke warnet bila ingin berselancar ke dunia maya. Penyedia layanan ISP akan menyediakan jaringan internet ke rumah pelanggan.

Ternyata, bisnis ini cukup mendapat sambutan yang positif. Selain karena kualitas internet lebih stabil ketimbang akses internet dari operator ponsel, akses internet melalui ISP umumnya juga lebih cepat ketimbang di warnet. Itu sebabnya, banyak orang lebih suka menggantungkan layanan dari ISP kelas rumahan ini.

Mandiri

Tengok saja pengalaman usaha Mulyadi yang menggeluti usaha internet rumahan ini sejak empat tahun lalu. Menamai usahanya dengan nama Warnet Rumahan, Mulyadi mengawali usaha dengan membuka warnet. Seiring dengan banyaknya permintaan pelanggan untuk pemasangan instalasi internet ke rumah, Mulyadi bertekad membangun jaringan. “Modal awalnya hanya Rp 40 juta untuk membuat menara dan jaringan,” cetus dia.

Berbeda dengan bisnis warnet yang digelutinya, usaha ISP yang dilakoninya lebih mudah. Dia, misalnya, tak perlu menyediakan komputer, pemilik rumah yang jadi pelanggan pasti punya komputer sendiri. Mulyadi hanya perlu membagi bandwidth atau kapasitas jaringan internet yang dibelinya dari ISP kelas kakap.

Cara Mulyadi menggulirkan bisnis ini lebih kurang seperti berikut. Dia berlangganan internet dari ISP perusahaan telekomunikasi dengan kapasitas bandwidth sebesar 1,7 megabyte berbiaya berlangganan Rp 1,1 juta per bulan.

Dari jatah bandwidth yang dia peroleh, Mulyadi bisa melebarkan jaringan internet ke sekitarnya melalui teknologi tanpa kabel. Pelanggan kudu membayar jaringan yang dipakainya Rp 250.000 per bulan. Sayang tawaran ini kurang menarik di mata pelanggan. Kata Mulyadi, banyak pelanggan lebih suka memanfaatkan jaringan internet yang dia sediakan dengan sistem perhitungan per jam. “Biayanya cuma Rp 3.500 per jam,” katanya.

Nah, dengan pola perhitungan per jam inilah Mulyadi justru memperoleh penghasilan lumayan, yakni Rp 400.00 per hari. Dalam sebulan Mulyadi bisa membukukan omzet Rp 12 juta. Setelah dikurangi biaya operasional serta gaji pegawai, keuntungan bersih yang dia dapat sekitar Rp 4 juta.

Rupanya, ada sebab pelanggannya lebih suka hitungan per jam seperti di warnet. “Pelanggan bisa memaksimalkan penggunaan internet di rumah saat membutuhkan tanpa perlu ongkos besar,” ujarnya. Mulyadi juga diuntungkan dalam pembagian kecepatan dan kestabilan layanan internet karena pelanggan umumnya tak memakai dalam waktu bersamaan.

Selain usaha ini, Mulyadi juga bisa memperoleh penghasilan lain dari melayani pemasangan dan instalasi jaringan internet di seluruh DKI Jakarta. Khusus untuk layanan internet berlangganan di rumah, jangkauan pasarnya baru seputar rumahnya di Cikokol, Tangerang.

Kalau tertarik ingin menjalankan bisnis serupa, sebelum membuka usaha, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengurus izin mendirikan usaha serta izin menjadi distributor ISP dari Kementerian Komunikasi dan Informatika serta membangun menara. “Ini enggak gampang, tapi bisa dilakukan,” ujar Mulyadi berbagi tips.

Kemitraan

Jika tak mau repot dengan urusan perizinan, Anda bisa juga menjadi pengusaha internet rumahan dengan menjadi mitra usaha serupa yang telah lebih dulu beroperasi. Salah satu ISP yang menawarkan kemitraan adalah Net Home.

Saat ini Net Home baru menawarkan sistem kemitraan usaha yang berlokasi di daerah Bekasi dan sekitarnya. Namun, kini Net Home mulai mengepakkan sayap ke Depok dan Jakarta. Khusus untuk dua wilayah ini, Net Home baru menyediakan layanan set up jaringan internet dengan sistem beli putus.

Ini berbeda dengan wilayah Bekasi dan sekitarnya. Net Home sudah berani menawarkan kemitraan kepada investor. Bermodalkan Rp 13,5 juta, mitra berhak mendapatkan instalasi internet, bandwidth dengan kecepatan 128 kilobyte per detik, serta menara pemancar yang siap beroperasi.

Tak perlu khawatir sulit mengoperasikan bisnis ini meski Anda tidak memiliki keahlian atau pengetahuan yang cukup mengenai teknis jaringan internet. “Kami menyediakan teknisi yang siap melakukan perbaikan jaringan,“ ujar Deddy Kurniawan, pemasar Net Home, berhawa promosi.

Selain itu, Net Home juga akan ikut mencarikan pelanggan bagi semua mitranya. “Jika kami yang mendapat pelanggan, kami akan menyalurkan kepada mitra yang berada di daerah pelanggan itu,” ujarnya.

Tak hanya itu. Mitra juga punya hak selalu ikut serta dalam iklan dan promosi Net Home di semua media, baik di majalah, koran, maupun internet. Dengan berbagai fasilitas dan kewajiban tersebut, Net Home memakai sistem bagi hasil. Sebesar 60 persen dari total omzet diperoleh si mitra.

Omzet mitra usaha tentu saja diperoleh dari pembayaran biaya langganan konsumen yang tak lain pemakai yang menggunakan jejaring internet. Untuk menjadi pelanggan, mereka harus membayar biaya registrasi sebesar Rp 200.000. Biaya ini belum termasuk kabel dan radio penangkap sinyal alias jaringan internet (dekoder) yang bisa disediakan sendiri oleh pelanggan. “Kalau pelanggan menginginkan, kami bisa menyediakan semua alat ini,” kata Deddy.

Untuk itu, pelanggan harus menambah pembayaran total menjadi Rp 1 juta untuk biaya instalasi berikut modem. “Biaya pendaftaran berikut biaya instalasi menjadi hak Net Home,” ujar Deddy.

Lalu, dari mana mitra mendapat keuntungan? Tentu saja mereka bisa memperolehnya dari penerimaan layanan berlangganan internet oleh konsumen. Saban bulan pelanggan harus membayar biaya berlangganan sebesar Rp 250.000.

Dengan asumsi seperti ini, jika mitra punya minimal lima pelanggan saja, dia akan mendapatkan omzet Rp 1,25 juta dari uang berlangganan. Dari omzet ini, mitra memang harus menyetor Rp 750.000 ke Net Home. “Sisanya untuk si mitra,” ujarnya.

Menurut hitungan Deddy, dengan jumlah pelanggan stagnan hanya 10 pelanggan, mitra bisa balik modal dalam 14 bulan. “Semakin banyak jumlah pelanggan, waktu yang dibutuhkan untuk balik modal tentu semakin cepat,” lanjutnya.

Deddy yakin, semakin tingginya animo masyarakat untuk menggunakan internet, pasar dalam bisnis ini akan terus mengembang. Bahkan, jika dalam satu tahun bisa punya 45 pelanggan, omzet mereka mengembang jadi Rp 11,25 juta, dengan keuntungan sekitar Rp 5,62 juta per bulan untuk mitra. Tentu saja, si mitra harus tetap menjaga kualitas layanan internet tetap stabil dan cepat. “Berarti, ada konsekuensi penambahan bandwidth,” ujar Deddy.

Mereka tak lagi bisa mengandalkan kapasitas semula, yakni 128 kilobyte per detik yang hanya bisa melayani sekitar 15 pemakai internet. Namun, ini tak jadi soal bagi mitra karena penambahan bandwidth tidak berarti ada biaya tambahan. Net Home akan menambah langsung kebutuhan tambahan bandwidth tersebut.