Inilah 20 Anak Muda Kreatif Indonesia

Dua puluh anak muda kreatif asal Jawa, Sumatera, dan Bali menerima Young Changemakers (YCM) Award 2009 dari asosiasi global wirausahawan sosial Ashoka dan organisasi nirlaba Indonesia Business Links (IBL), Rabu (20/1/2010) ini.
Kedua puluh anak muda yang berusia antara 12 sampai 25 tahun itu terpilih sebagai pembaharu muda 2009 karena dianggap berhasil memberikan ide kreatif sekaligus kontribusi nyata dalam membuat perubahan di masyarakat.
Untuk mendapat penghargaan YCM anak-anak muda itu ternyata harus melewati proses yang tidak mudah. Mereka harus bersaing ketat dengan ratusan anak muda lainnya dalam beberapa tahapan seleksi.
Para pembaharu muda terpilih dari Indonesia itu nantinya akan bergabung dengan komunitas pembaharu global yang jumlahnya lebih dari 900 tim. Di Indonesia sendiri, sejak dikembangkan lima tahun lalu, ada 75 kaum muda yang bergabung dalam komunitas Young Changemakers Ashoka Indonesia.
Mereka yang terpilih ini adalah mereka yang dianggap memenuhi kriteria kreatif, memiliki empati sosial, sikap kepemimpinan, kemauan bekerja sama yang tinggi, dan tentu saja mampu menggagas kegiatan-kegiatan sosial yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat.
Menurut Agni, Koordinator Program Ashoka Young Changemakers, proses penyeleksian dan penilaian sudah dimulai sejak awal tahun 2009 lalu. "Salah satu kriterianya, kontribusi nyata mereka memberikan gagasan mengenai sebuah kegiatan sosial menarik yang berdampak pada masyarakat dan bagaimana mereka mengembangkannya," ujar Agni saat ditemui usai acara penganugerahan YCM Rabu ini, di Jakarta.
Tak salah memang jika yang terpilih adalah kedua puluh anak muda itu karena dibalik usia belia mereka, dua puluh anak muda itu telah mampu menggagas sekaligus mengembangkan program kegiatan sosial yang ampuh membawa perubahan bagi masyarakat di sekitarnya.
Enes contohnya, remaja asal Salatiga ini telah berhasil mengembangkan kreativitasnya memanfaatkan daur ulang sampah untuk industri rumah tangga. Kegiatan yang digerakkan Enes ini ternyata berhasil menciptakan keberdayaan ekonomi sekaligus memecahkan masalah lingkungan di kawasan tempat dirinya tinggal.
Tak hanya Enes, gagasan program kegiatan menarik juga ditawarkan oleh para penerima YCM award lainnya. Misalnya, pembuatan media kreatif edukasi lingkungan berbasis generasi muda; kegiatan pelestarian telaga berbasis edukasi masyarakat; pembuatan robot mainan dari sampah nonorganik; dan program sensus serangga air untuk pelestarian sungai atau kali.
Mengapa semua program kegiatannya terkait dengan isu lingkungan? Setiap tahunnya, YCM Award memang mengangkat tema berbeda untuk para peserta seleksi. Tahun 2009 lalu, tema yang diangkat adalah lingkungan, tepatnya mengenai air dan sanitasi.
Sementara itu, diungkapkan Direktur Ashoka Indonesia Mira Kusumarini, Young Changemakers Award tahun 2010 ini akan mengusung tema hak asasi manusia (HAM).
Ashoka merupakan asosiasi global wirausaha sosial. Tujuannya untuk mengindentifiaksi dan mendorong individu-individu yang memiliki visi, kreativitas, dan kegigihan luar biasa dalam kewirausahaan yang mendedikasikan bagi pemecahan masalah sosial.
Jadi, bagi para anak muda yang mempunyai ide atau bahkan telah mengembangkan program sosial terkait HAM, persiapkan diri Anda untuk YCM Award selanjutnya!
