RSS

Semua Pakai Nasi Pecel, Bukan Bensin


Berbeda dengan tempat tidur impor Amerika Serikat yang harganya mencapai ratusan juta, tempat tidur kayu jati buatan Pak Basuki asal Malang yang di pamerkan di pameran furniture 2010 Jakarta Convention Center, Minggu (21/2/2010) harganya hanya Rp 26 juta lengkap dengan meja riasnya.

Harga-harga mebel yang dijual Pak Basuki memang tak semahal mebel impor. Namun, kualitas mebel buatannya tak kalah dengan mebel impor. "Wah bisa selamanya (dipakai), makin lama makin mahal, bisa jadi barang antik," kata Basuki.

Semua mebel yang diproduksi industri rumahan Basuki Lacasa dibuat dengan tangan Basuki dibantu tujuh orang pekerjanya. "Semua pakai nasi pecel, bukan bensin," ujar Basuki mengibaratkan.

Karena mengandalkan keahlian tangan tersebut, untuk menghasilkan sebuah mebel seperti tempat tidur, dibutuhkan waktu cukup lama dan menguras tenaga. "Paling lama tempat tidur, sekitar 1,5 bulan. Oh sama kaligrafi surat Yasin, empat bulan setengah satu biji," tutur Basuki.

Meskipun begitu, Basuki tahan menggeluti bisnis ukir mengukir sejak 30 tahun yang lalu. Untuk memperkenalkan barang seni pakai produksinya itu, Basuki mengaku sengaja mengikuti pameran furniture di JCC meskipun biaya menyewa stand di pameran diakuinya cukup mahal. "Nyewanya saja mahal.Belum tentu nutup modal, ini cuma perkenalan saja, nasibnya pengusaha kecil," ujarnya.

Terlihat barang-barang yang dipamerkan Basuki semua terbuat dari kayu seperti jati dan mahoni dengan ukiran tangan yang unik. Ada tempat tidur, bangku, cermin, kaligrafi, patung kuda, lukisan timbul, serta permainan anak-anak tradisional seperti dakon seharga Rp 1,2 juta.

"Saya senang membuat permainan jaman dulu. Cublak-cublak suweng divisualkan ke kayu. Enggrang, dakon, biar pemuda-pemuda tau, mainan dulu kayak gitu," ujar Pria usia 70 tahun berambut putih itu.

Ikut Pameran, Belajar Melihat Selera Konsumen


Keramik lukis yang bernilai seni bukanlah benda pakai yang selalu dibutuhkan orang. Karena sifatnya yang bukan benda pakai itulah, pelaku industri rumahan keramik lukis pemula merasa kesulitan memasarkan produknya.

Setidaknya begitulah menurut Hendralian, salah seorang pelaku industri rumahan keramik lukis, Oddgreen saat ditemui di pameran furniture Indonesia 2010, Jakarta Convention Center, Minggu (21/2/2010). "Kendalanya, cuma pemasarannya saja yang kurang karena keramik bukan barang primer," ujar Hendralian ketika ditanya tentang kendala bisnisnya.

Selain sifatnya yang bukan barang primer, memasarkan keramik lukis tangan seperti produk Oddgreen dikatakan Hendralian agak sulit jika kita tidak dapat menentukan sasaran produk.

Awalnya, produk Oddgreen seperti piring keramik lukis, mug lukis, vas bunga lukis tangan hendak di pasarkan ke pasaran produk seni. Namun, Hendralian mengatakan, "Masuk pasar yang seni-seni untuk pemula itu susah, Kalau di sini nggak sampe kayaknya. Keramik di Indonesia lebih ke arah etnik, harganya mahal-mahal, kalau pemula, nggak sampe," katanya.

Oleh karena itulah, dua penggagas Oddgreen, Hendralian dan Isdihar yang baru memulai bisnisnya tiga tahun itu, hanya memasarkan produknya melalui internet seperti blog, atau pada saat pameran-pameran produk kerajinan.

Dengan mengikuti berbagai pameran produk, lanjut Lian, mereka belajar melihat selera konsumen. "Kita kan belum tau mana yang laku. Jadi, dari pameran kita belajarnya," ujarnya.

Dari mengikuti pameran tersebut, kedua pelaku bisnis keramik itu, Hendralian dan Isdihar memutuskan untuk menyasar ABG dengan menjual produk berdesain populer yang berwarna cerah dan murah meriah.

Contohnya saja, produk kalung dan gelang tali berliontin keramik lukis dijual mereka dengan harga murah meriah, yakni Rp 10 ribu. Desain pada liontin kalung dan gelangpun lucu-lucu. Ada yang bergambar hewan, bunga, vespa, wayang, dan gambar lainnya yang terkesan muda dengan warna yang cerah.

Obati Sariawan Dengan Jambu Biji


Sariawan memang merupakan penyakit yang sangat menggangu, karena itulah saya senang sekali membahas penyakit yang satu ini tentu saja dengan sedikit solusi dengan menambahkan OBAT HERBAL apa yang cocok untuk digunakan menyembuhkan penyakit yang satu ini.

Di kesempatan ini, kita akan menggunakan jambu biji untuk menyembuhkan sariawan, tentu semua tidak asing lagi dengan tanaman yang namanya jambu biji. Dan sudah banyak produk yang berbahan dasar jambu biji beredar di pasaran. Pengolahan jambu biji menjadi OBAT TRADISIONAL adalah sebagai berikut.

Sariawan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.
Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

Semoga saja setelah anda menerapkan cara di atas, sariawan yang anda derita bisa sembuh dengan cepat.

Menghadapi CAFTA, Pelaku Usaha Dituntut Kreatif


Dalam menghadapi Perjanjian Perdagangan Bebas Kawasan ASEAN dan China, para pelaku usaha jangan hanya hanya mengandalkan pertimbangan rasional dalam pengambilan keputusan. Agar dapat bersaing, para pelaku usaha dituntut bekerja lebih efektif, efisien, dan kreatif dalam menangkap peluang bisnis.

Hal itu disampaikan Koordinator Pusat Riset dan Kasus PPM Manajemen Pepey Riawati Kurnia dalam seminar bertema "Solusi di Era ACFTA: Percaya pada Intuisi dan Gali Kreativitas", Rabu (17/2/2010) di Jakarta.

Sayangnya selama ini pendidikan di Indonesia cenderung hanya memerhatikan aspek berpikir secara rasional dan kurang memedulikan mengenai intuisi dan kreativitas peserta didik. Hal ini berdampak pada kurangnya stimulasi agar seseorang bisa berpikir kreatif dalam menangkap peluang saat terjun ke dunia usaha.

"Seharusnya kita tidak perlu takut kalah bersaing dalam era ACFTA. Bagaimanapun, orang Indonesia lebih tahu mengenai selera dan budaya masyarakat setempat. Tentunya keunggulan ini harus disertai intuisi yang bagus dalam memahami kebutuhan pasar produk dan jasa. Tentu intuisi saja tidak cukup, tetapi harus dikombinasi dengan aspek rasional dalam pengambilan keputusan," kata dia.

Selain itu, pelaku usaha dituntut agar pantang menyerah dan selalu belajar dari kegagalan dan tekun dalam berusaha. Dalam menghadapi CAFTA, kita dituntut berani menghadapi risiko. "Hal ini memerlukan kapabilitas baik kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan. Setiap organisasi perusahaan sebaiknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi karyawannya untuk bisa kreatif," ujarnya.

Joe Kamdani, pendiri PT Datascript, menambahkan, persaingan mendorong kita untuk bekerja dengan lebih efektif dan efisien, mutu barang menjadi lebih baik dengan variasi lebih luas, harga menjadi lebih murah, dan bahan baku impor menjadi lebih murah yang memengaruhi harga produksi.

"Pemerintah akan sadar bahwa pemerintahan tanpa ekonomi yang kuat tidak efektif dan terus akan mengalami permasalahan. Karena itu, perlu kerja sama dan sinergi. Dalam persaingan, orang berusaha untuk bertahan hidup dan mendorongnya untuk bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan lebih efisien," ujarnya.

Untuk bersaing di CAFTA, menurut Joe, pemerintah harus menciptakan kondisi dan situasi yang kondusif, antara lain infrastruktur memadai, energi yang tersedia, pemerintahan yang stabil, kepastian hukum, birokrasi efektif, dan korupsi berkurang. "Pemerintah juga harus memasarkan Indonesia dari berbagai segi, baik budaya, pariwisata, sumber daya alam, sumber daya manusia, dan investasi," kata dia.

Cipaganti Tawarkan Waralaba


PT Cipaganti Citra Graha (Cipaganti) menargetkan setidaknya empat cabang baru milik mitra akan dibuka setiap bulannya. Penambahan cabang ini seiring rencana perusahaan mewaralabakan usahanya tahun ini. Dengan demikian nantinya, jumlah armada milik Cipaganti yang di ujung 2009 lalu berjumlah 1.250 unit dapat berkembang menjadi 2.000 unit diakhir tahun ini.


"Tapi untuk waralaba di luar Jawa, kemungkinan baru bisa kami layani setelah Semester II tahun ini. Karena kami juga perlu membuka cabang-cabang sendiri di kota-kota besar di luar Jawa tersebut, sebagai penghubung cabang yang dibuka mitra di kota yang lebih kecil sekaligus sentra pengawasan operasi mitra," ujar Presiden Direktur Cipaganti Group Andianto Setiabudi, Senin (15/2/2010).

Direktur Pengembangan Usaha Cipaganti Group Tommy Teguh Susetio menambahkan, paket waralaba termurah yang ditawarkannya mulai dari Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Dengan investasi sebesar itu, pihak mitra sudah mendapatkan hak operasi 8 sampai 12 unit mobil travel Pregio atau Elf yang umumnya digunakan oleh perusahaan. Bukan itu saja, mitra juga mendapatkan sistem operasi yang dipandu oleh kantor pusat.

Selain itu, Andianto mengaku, sampai Semester I nanti perusahaan akan fokus menggarap pengembangan usaha di Pulau Jawa dan Bali. Cipaganti akan membuka pelayanan jasa travel di seluruh Bandara di Jawa dan Bali.

Nah, upaya nyata pengembangan usaha tersebut, pihaknya menjalin kerjasama dengan Angkasa Pura I dan II. Nantinya, penumpang pesawat dari bandara bisa langsung menggunakan jasa sewa kendaraan Cipaganti untuk sampai ke rumah masing-masing.

"Misalnya dari Surabaya mereka ingin naik travel langsung ke Jember dan sebagainya, itu bisa dilayani. Saat ini kami masih menunggu turunnya izin membuka counter dan pelayanan di Bandara, mungkin empat bulan lagi bisa dibuka di bandara Solo, Jogjakarta, Semarang dan Surabaya," jelasnya.

Sekedar informasi dari 1.250 armada yang dimilikinya, Cipaganti mengalokasikan 600 armada untuk bisnis travel & shuttlenya. Sehingga tidak heran 60 persen pendapatan berasal dari unit bisnis tersebut.

Saat ini dalam satu hari Cipaganti melayani lebih dari 800 trip perjalanan travel & shuttlenya atau rata-rata 4 menit sekali. Dengan kapasitas tempat duduk lebih dari 120.000 per bulan yang dilayani oleh 60 outlet-nya diwilayah Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Jabodetabek, Bandara Soekarno-Hatta, Semarang, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Surabaya, Jember, Malang dan Denpasar.