RSS

Sukses Menggaet Sponsor



Proposal sebenarnya media penghubung untuk mengkomunikasikan atau menyampaikan pesan antara satu pihak dengan pihak lain (sponsor). Meski membuat proposal tidak seperti menulis surat resmi biasa, ada hal-hal khusus yang perlu diperhatikan. Pertama, proposal sebaiknya dibuat oleh orang yang menguasai dan memahami masalah. Pasalnya, proposal bukan produk khayalan atau fiktif, melainkan produk nyata yang dibuat berdasarkan gagasan, data, dan prediksi yang rasional.

Kedua, proposal perlu didukung pesan yang optimis. Agar proposal diterima atau setidaknya dipertimbangkan, pilih kata-kata yang sedikit persuasif, tanpa mengurangi keresmian proposal tersebut. Selain itu, karena berisi gagasan maka proposal akan lebih bagus jika dilampiri berbagai dokumen pendukung.

Ketiga, meski bersifat resmi kemasan proposal perlu disusun secara istimewa agar pihak penerima proposal tertarik membacanya. Cantumkan nama lembaga dan orang yang bertanggung jawab atas diterbitkannya proposal tersebut untuk legitimasi.

Siap membuat proposal sekarang? Ini skemanya:
1. Judul Proposal
Memberitahukan isi dalam beberapa kata untuk menarik perhatian pembaca proposal.
2. Isi Proposal
Tak perlu menuliskan banyak hal dalam rangkaian kata indah sehingga menghasilkan proposal yang tebal. Buat to the point dan batasi proposal menjadi beberapa hal dengan tampilan isi yang disesuaikan.
3. Pendahuluan
Bagian ini berisi latar belakang kegiatan dan alasan yang mendasari kegiatan berlangsung. Sertakan sedikit profil lembaga Anda. Buat maksimal dalam 3 paragraf.
4. Tujuan
Berisi tujuan mengapa kegiatan diadakan. Maksimal 1 paragraf.
5. General Information
Isinya informasi umum yang perlu diketahui pihak perusahaan terkait kegiatan yang diajukan. Terdiri dari tempat dan waktu kegiatan, sasaran kegiatan, dan target peserta kegiatan.
6. Acara
Berisi acara-acara yang akan ada dalam kegiatan. Misalnya, games, talkshow, doorprize, dan lain-lain.
7. Pengisi Acara
Menyebutkan siapa saja yang akan mengisi acara. Mulai dari MC, pemateri, narasumber, tokoh, artis, atau mugkin pejabat politik.
8. Anggaran
Tidak perlu ditampilkan secara detail. Cukup tampilkan hal-hal umum saja yang sudah diakumulasikan.
9. Kategori Sponsor
Tampilkan bagian ini dalam bentuk tabel yang mudah dibaca dan dipahami sehingga pihak perusahaan tidak banyak menghabiskan waktu untuk membolak-balikkan halaman.
10. Paket Sponsor
Ini adalah bagian yang menampilkan tawaran kerja sama yang bersifat lebih bebas dan biasanya untuk jumlah kecil. Anda bisa menawarkan paket ini ke beberapa perusahaan yang berbeda. Jelaskan paket yang didapat sponsor apa saja, sesuai dengan nilai yang dia berikan.
11. Co-partnership
Ini merupakan ajuan bentuk kerja sama yang bersifat lebih bebas dan sedikit terlepas dari seputar media dan publikasi. Bentuk kerjasama tambahan ditampilkan di bagian ini, seperti pengadaan konsumsi panitia, barter promo, pemberian produk perusahaan, kerjasama jasa perusahaan, pemberian bantuan sosial untuk acara bakti sosial, dan lain-lain. Di bagian ini juga disampaikan bahwa bentuk kerjasama lain dapat dibicarakan lebih lanjut.
12. Penutup
Tuliskan harapan dan keyakinan bahwa kegiatan yang dilakukan sangat bermanfaat dan akan berhasil. Ucapkan terima kasih kepada pembaca proposal.
13. Contact Person
Cantumkan alamat, email, dan nomor telepon yang bisa dihubungi agar proposal bisa ditindaklanjuti. Usahakan nomor handphone lebih dari satu orang dengan provider berbeda.
0 komentar

Posted in

Kopyah Elegant di Toko Busana Muslim


Kopyah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari, walaupun tidak semua laki-laki memakai kopyah, namun sebagian besar lelaki muslim yang memakai kopyah. Apakah anda tau tentang sejarah kopyah tersebut? Jika anda mengetahuinya, tolong bersedia untuk sharing melalui kotak komentar di bawah. Saya sangat tertarik untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang sejarah kopyah.

Hari ini saya berencana membeli kopyah di toko GROSIR BUSANA MUSLIM yang memang sudah menjadi langganan saya sejak dulu. Banyak baju muslim yang diskon kalau mendekati perayaan hari raya, tidak terkecuali dengan BAJU HAMIL, jilbab, dan berbagai macam blus. Harga yang di potong berkisar antara 10% sampai dengan 20% lumayanlah bisa irit beberapa ribu rupiah. Saya sendiri hanya membeli kopyah yang memakai bahan katun sehingga nyaman untuk saya pakai.

5 Alasan Wanita Tidak Mandiri secara Finansial



Untuk permasalahan keuangan, boleh dibilang para kaum hawa tidak memiliki kompetensi yang sepadan. Hasil survey Citibank Indonesia dalam Citi Fin-Q (Financial Quotient) 2009 yang melibatkan responden wanita menunjukkan bahwa separuh wanita Indonesia tidak mempunyai rencana keuangan. Sebagian yang telah mempunyai rencana pun belum tentu melaksanakan rencana keuangannya.

Mengapa wanita Indonesia belum mandiri secara finansial? Berikut 5 alasan utama:

1. Terbuai asmara
Pada umumnya, saat memasuki jenjang pernikahan, wanita mempersilakan pria untuk bertanggung jawab soal keuangan. Banyak wanita yang diajarkan, bahkan bercita-cita untuk bergantung semata pada pasangannya. Kaum pria sering dianggap lebih memiliki kemampuan untuk memperoleh penghasilan dan bertahan dalam kondisi sulit (survive), sementara wanita tidak.

Dalam beberapa kebiasaan ataupun tradisi yang dianut di Indonesia, wanita dituntut untuk menurut saja pada suami dengan imbalan proteksi dari segi keuangan. Ketergantungan ini membuat wanita tidak siap jika pasangan mereka kehilangan pekerjaan, mengalami kecelakaan, atau meninggal dunia sehingga menyebabkan seorang istri harus mengasuh dan membesarkan anak seorang diri.

Untuk itu, agar mampu bertahan hidup di zaman sekarang, wanita semakin dituntut untuk mandiri dan saling mendukung dalam kehidupan berkeluarga.

2. Terlalu muda untuk menabung
Pada saat masih berusia muda, umumnya wanita tidak menaruh prioritas untuk menabung demi masa depan. Wanita lebih mementingkan pengeluaran untuk memperbaiki penampilan dan memperoleh hal-hal yang tidak dimilikinya saat masa kanak-kanak. Kecenderungan ini pada akhirnya menjurus pada kebiasaan belanja kompulsif. Dengan berjalannya waktu, jumlah pengeluaran semakin meningkat dan semakin sulit untuk menciptakan kebiasaan menabung.

Hal yang terbaik untuk mengajarkan nilai uang pada generasi muda adalah dengan memberikan kesempatan pada mereka untuk mulai bekerja selepas usia remaja, dan membiasakan mengelola keuangan pribadi.

3. Tergoda belanja dan terlilit utang
Iklan dan promosi untuk kecantikan, fashion, dan kebutuhan rumah tangga semakin meningkatkan selera belanja wanita. Hal ini membuat para wanita merasa bahwa mereka memiliki kendali terhadap pengeluaran, tetapi sayangnya belanja kompulsif ini semakin menggali utang lebih dalam.

4. Terintimidasi sukses
Walaupun tingkat penghasilan wanita cenderung lebih rendah daripada pria, kaum wanita terus memperjuangkannya di dunia kerja. Namun, kesuksesan di dunia kerja dapat membawa keretakan pada hubungan rumah tangga. Wanita yang memiliki penghasilan lebih tinggi dari pasangan, tangkas menangani pengeluaran, dan mengendalikan uang rumah tangga sering dianggap agresif dan tidak feminin, baik di mata laki-laki maupun sesama wanita. Untuk menjaga hubungan rumah tangga, sejumlah wanita merelakan hak finansialnya demi keutuhan keluarga.

5. Terdorong untuk membantu orang lain
Wanita selalu mengutamakan suami, anak, orangtua, anggota keluarga, bahkan orang-orang yang tidak mampu. Membantu orang lain memberikan rasa bermanfaat dan rasa senang karena telah berbuat baik pada orang lain. Terkadang wanita melupakan dirinya sendiri sehingga pengeluaran untuk orang lain terus berjalan, dan hal ini sangat berbahaya jika ia dan keluarga terlilit utang.

Untuk melanjutkan semangat Kartini guna menciptakan kemandirian wanita Indonesia, maka seyogianya wanita memerhatikan pengelolaan keuangan. Perlu dilakukan skala prioritas dalam mengatur pengeluaran sehari-hari sehingga sebisa mungkin mementingkan fungsi daripada sekadar gengsi. Wanita perlu menanam kebiasaan menabung dan berinvestasi, menyiapkan dana darurat dan hidup seimbang dengan mementingkan kebutuhan pribadi dan keluarga.

Kemandirian finansial bukan sebatas tidak bergantung pada pasangan, melainkan juga memahami bahwa wanita dapat mengelola finansial secara mandiri. Selamat Hari Kartini!

0 komentar

Posted in

Berbagi Tips dan Triks Gratis


Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.
0 komentar

Posted in

Memilih Asuransi Jiwa Syariah Lebih Menguntungkan?




Transaksi keuangan sesuai prinsip syariah membawa rasa aman bagi sebagian orang. Celah inilah yang kemudian menelurkan banyak produk syariah, termasuk asuransi jiwa. Tak sekadar aman, asuransi syariah juga memiliki nilai lebih lainnya.

Isa Rachmatarwata, Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK, mengatakan bahwa peserta asuransi syariah akan mendapatkan surplus pada akhir tahun yang bisa disepakati bersama. Apakah dibagikan tunai, atau menjadi premi berikutnya.

Kerugian pun dibagi rata antara peserta. Meski dalam perkembangannya perusahaan menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk menutup kerugian sementara hingga nantinya premi terkumpul lagi.

"Asuransi berprinsip syariah menguntungkan bagi peserta dengan mendapatkan profit sharing," kata Isa, dalam acara Market Review di Metro TV, Selasa (13/4/2010) lalu.

Menurut Isa, dalam 1 - 2 tahun terakhir, sektor asuransi jiwa tumbuh pesat. Perusahaan asuransi yang serius menyediakan produk ini juga semakin berkembang. Namun perlu diperhatikan ciri produk asuransi syariah. Karakter utamanya terletak pada akad polisnya.

Isa menjelaskan, asuransi jiwa syariah tidak mengalihkan risiko kepada perusahaan asuransi. Risiko ditanggung bersama oleh peserta. Dalam hal ini perusahaan asuransi mengelola saja dan bukan mengambil alih risiko. Sedangkan pada asuransi konvensional, peserta mengalihkan asuransi ke perusahaan. Menurut prinsip syariah, sistem ini tidak dibenarkan, kata Isa.

"Jika dalam perkembangannya tidak banyak klaim, risiko terkumpul baik, perusahaan asuransi akan diuntungkan. Sedangkan jika kinerja buruk, perusahaan menambah modal untuk membayar klaim," jelas Isa mengenai prinsip asuransi konvensional yang bertolakbelakang dengan prinsip syariah.