RSS

Good Money Habits yang Wajib Dimiliki




Dalam rumah tangga, wanita lebih sering bertindak sebagai bendahara. Hal ini sesuai dengan anggapan bahwa wanita lebih pintar "memegang" uang. Benarkah demikian?

Mungkin tidak selalu benar. Banyak pula perempuan yang boros, sehingga berapa pun uang yang masuk ke dalam rekeningnya, akan habis begitu saja. Tak sedikit pula orang yang (pria maupun wanita) yang memiliki penghasilan tinggi, namun tidak memiliki tabungan sama sekali.

Karena itulah, perencana keuangan Ligwina Hananto menekankan pentingnya good money habit untuk kita jalankan. Kebiasaan penggunaan uang yang baik, seperti disampaikan Ligwina dalam talk show "Smart & Amazing Financial Plan" yang diadakan majalah Femina di Pacific Place, Minggu (9/5/2010) lalu, adalah:

1. Tiadakan utang kartu kredit. Kartu kredit memang menguntungkan, namun jika akhirnya kita malah terbelit utang dan tidak sanggup membayarnya kembali, lebih baik lupakan. Jangan pernah menggunakan kartu kredit, kecuali kita bisa selalu membayar lunas tagihan kita, berapapun jumlahnya.

2. Belanjalah karena ada uang. Hal ini masih ada kaitannya dengan pernyataan di atas. Berbelanjalah bila Anda telah menyelesaikan tagihan-tagihan atau kewajiban keuangan Anda lainnya setiap bulan. Bila tak ada uang tersisa, jangan lantas mengandalkan kartu kredit.

Menurut Wina, setiap orang juga harus mampu mengukur kemampuannya. Jangan membayangkan membeli apartemen seharga ratusan juta jika Anda kesulitan membayar cicilannya. "Beli rumah itu kayak naik haji; harus ada duitnya," tutur CEO Quantum Magna Financial ini.

3. Switch and activate your money. Kesalahan umum yang sering kita lakukan adalah menyisihkan uang gaji untuk berbagai macam pengeluaran. Bila masih tersisa, barulah kita menabung. Wina menyarankan untuk mengubah kebiasaan ini. Sisihkan dulu sekian persen dari gaji Anda untuk investasi, sisanya baru dipakai untuk membayar pengeluaran. Dengan investasi, uang Anda akan terus aktif, bahkan berkembang menjadi berkali-kali lipat.

4. Tabunglah sebesar 10 persen. Dalam kehidupan, selalu ada biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi, gaya hidup seseorang mengikuti gajinya. Salah satu klien Wina bahkan ada yang hanya menyisakan Rp 500 ribu di rekeningnya, dari gajinya yang mencapai Rp 150 juta tiap bulan. Artinya, kecil sekali nilai yang bisa ditabungnya.

Idealnya, kita perlu menabung sebesar 10 persen dari gaji kita. Jadi jika gaji Anda Rp 5 juta, tabunglah sebesar Rp 500 ribu. Tentu saja, Anda bisa meningkatkan persentasenya bila Anda memang mampu. Dan, berkomitmenlah dengan hal ini.

5 Tanda Keuangan Anda Sehat




Boleh dibilang bahwa aktivitas keuangan kita -entah itu utang kartu kredit, biaya bulanan, sewa rumah, atau tagihan pinjaman rumah- tak bisa dilepaskan dari hidup kita. Karena itu jangan heran jika utang dalam jumlah besar atau kondisi keuangan kita secara langsung akan mempengaruhi kehidupan emosional, fisik, dan spiritual kita.

Bayangkan ketika separuh penghasilan Anda harus Anda setor kembali ke bank untuk membayar utang kartu kredit setiap bulan. Hal ini menjadi tanda bahwa Anda dikendalikan oleh uang (atau utang). Penghasilan bukan lagi menjadi tanda bahwa Anda mandiri, melainkan menjadi sumber stres karena sebagian harus digunakan untuk melunasi hutang.

“Perempuan harus membangun hubungan yang sehat dan jujur dengan uang," ujar pakar finansial Suze Orman. “Kita juga perlu melihat hubungan ini sebagai suatu refleksi hubungan kita dengan diri kita sendiri."

Penting untuk menjaga bahwa kondisi keuangan kita tetap sehat. Suze Orman mengatakan, setidaknya ada lima hal yang menunjukkan bahwa keuangan Anda cukup sehat:

1. Anda sadar dengan “money personality” Anda. Hal ini bisa dilihat dari latar belakang keluarga Anda, apakah orangtua Anda berinvestasi di bidang properti, memiliki rekening di bank yang menetapkan bunga yang rendah, reksa dana, atau justru mereka terlibat utang? Kebiasaan Anda menabung dan menggunakan uang, cara Anda berinvestasi, berpandangan mengenai uang, dan bagaimana perspektif finansial, sebagian dibentuk oleh cara orangtua Anda memperlakukan uang saat Anda masih kecil. Kepribadian uang Anda langsung mempengaruhi hubungan Anda dengan uang, dan semakin Anda sadar mengenai hal ini, semakin Anda tidak tergantung pada uang.

2. Anda berani mengambil risiko finansial. Berani mengambil risiko secara finansial tidak selalu berarti Anda berani berinvestasi sebesar Rp 100 juta dalam bisnis baru seorang teman, atau Anda hobi berbelanja dengan kartu kredit hingga tagihan Anda mencapai ratusan juta rupiah. Risiko finansial bisa juga digolongkan sebagai langkah yang cerdas, misalnya jika Anda membeli rumah sebagai investasi, atau mencari cara-cara untuk memperoleh uang dari hobi Anda.

3. Anda memiliki tabungan, investasi, atau account kartu kredit sendiri. Banyak perempuan yang ingin meninggalkan suami mereka, namun tidak sanggup karena mereka tidak memiliki penghasilan sendiri untuk membiayai hidup mereka. Bila Anda memiliki rekening di bank sendiri, itu sudah menandakan bahwa Anda perempuan independen dalam hal keuangan.

4. Anda memiliki tujuan keuangan secara individu maupun berpasangan. Tujuan Anda sebagai pasangan menikah, biasanya adalah mampu membayar tagihan rumah dalam hitungan sekian tahun. Tujuan Anda sebagai perempuan bekerja adalah meningkatkan penghasilan menjadi sekian juta rupiah sebulan. Sedangkan suami mungkin juga memiliki tujuan sendiri, namun berkaitan dengan investasi. Sebagai perempuan yang memiliki kebebasan dalam mengelola penghasilan, sebaiknya Anda juga menetapkan tujuan yang terpisah dari pasangan Anda.

5. Anda memahami persoalan keuangan secara mendasar. Sebut saja mengenai asuransi kesehatan, dana pensiun, suku bunga, pajak penghasilan, dan lain sebagainya. Semakin Anda menguasai masalah keuangan, semakin Anda menjadi independen, karena Anda tahu apa yang harus Anda lakukan dengan uang Anda.

Tips Memotong Anggaran Dekorasi Pelaminan




Pelaminan tentunya terlihat indah dengan hiasan aneka ragam bunga. Tetapi, saat harga bunga melambung tinggi, sepertinya semua tinggal mimpi. Sebaiknya Anda terapkan tips berikut ini, langkah jitu memotong anggaran untuk dekorasi pelaminan.

1. Carilah alternatif lain untuk tidak menggunakan hiasan bunga saat resepsi. Tidak ada satu aturan pun yang mengatakan bahwa hiasan pelaminan menggunakan bunga. Anda juga bisa menciptakan kreasi unik lainnya, contohnya dari bunga tiruan dan hiasan buah-buahan, serta rangkaian janur yang cantik dan klasik.

2. Jika terpaksa memakai bunga untuk hiasan meja tamu, sebaiknya cukup dengan merangkai bunga dalam vas kaca plus hiasan pitanya. Untuk menghias meja ini Anda dapat memilih bunga yang kuncup, karena biasanya cukup tahan lama dibanding bunga yang sudah mekar.

3. Anggrek dan mawar adalah bunga yang cantik dan harum. Tetapi jika ditanya soal harganya Anda bisa “shock” mendengarnya, apalagi menjelang hari-hari penting. Siasati dengan membeli beberapa tangkai kuncup mawar, letakkan setangkai mawar dalam vas untuk setiap meja di sekelilingnya Anda juga bisa meletakkan lilin dengan sentuhan warna-warna bunga.

4. Sebaiknya hindari memesan bunga pada hari-hari penting seperti hari Natal, hari ibu, atau hari Valentine. Usahakan agar acara resepsi terbebas dari hari-hari penting tersebut.

5. Maksimalkan menggunakan bunga pada hal yang penting saja, seperti buket pengantin, korset pengantin pria, korset untuk ayah, dan anggota keluarga lainnya. Dengan mengurangi penggunaan bunga pada hal yang perlu saja, Anda akan menghemat anggaran hingga 35 persen.

6. Jika acara resepsi dilangsungkan pada malam hari, bunga yang Anda pesan sebelum acara bisa mekar segar dan harum sebelum jamuan makan malam. Oleh karena itu biarkan rangkaian bunga dibungkus dalam kertas, dan masukkan ke dalam kulkas agar tetap segar.

7. Untuk dekorasi pelaminan sebaiknya pilih sesuai tema perkawinan. Artinya, Anda dapat menciptakan gaya khusus atau berkarakter untuk dekorasi pelaminan.

8. Pada saat mendekorasi pelaminan pastikan orang-orang yang mendekorasinya dapat menyelaraskan warna bunga dengan sinar yang dipantulkan lampu. Hal ini penting sekali untuk seorang fotografer ketika menghasilkan foto terbaik untuk Anda berdua saat berada di pelaminan.

9. Bila Anda memutuskan untuk menata dekorasi pelaminan sendiri, tempatkan tanaman bonsai di sekeliling pelaminan untuk penataan yang lebih artistik. Anda juga bisa menempatkan tanaman ini tepat di sisi tangga pelaminan.

10. Bila Anda ingin menata dekorasi sendiri, menyewa lebih baik daripada membeli. Anda dapat menyewa tanaman besar maupun kecil dalam pot, semak-semak atau pohon pinang-pinangan.

0 komentar

Posted in